Nelayan Lebak Diduga Tenggelam Di Laut Bagedur
Tim SAR Masih Melakukan Pencairan
PANDEGLANG - Salah seorang nelayan Dace Hidayat (57), warga Kampung Tanjung Panto, RT/RW 017/005, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, diduga tenggelam di perairan laut Bagedur, Kecamatan Malingping, Senin (20/7) pukul 05.49 WIB.
Personel Polair Pos Binuangeun, Seno, mengungkapkan, kejadian bermula pada Minggu (19/7) sekitar pukul 15.30 WIB, ketika enam pemilik bagan berangkat menggunakan perahu antar jemput dari Dermaga Tanjung Panto menuju Perairan Bagedur. Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB, korban turun dari perahu dan naik ke bagannya untuk menyalakan genset serta lampu penerangan.
Selanjutnya kata dia, perahu melanjutkan perjalanan untuk mengantar pemilik bagan lainnya. Beberapa saat kemudian, ketika perahu kembali ke bagan milik korban, korban sudah tidak berada di lokasi.
“Rekan-rekan korban hanya menemukan topi yang dikenakan korban mengapung di sekitar bagan. Dugaan sementara korban terjatuh ke laut. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga dan diteruskan kepada instansi terkait,” kata Seno, Senin (20/7).
Pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten. “Melalui Unit Siaga SAR Lebak segera memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 06.03 WIB. Tim diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 06.24 WIB untuk melaksanakan operasi pencarian,” jelasnya.
Kepala KPP Banten, Al Amrad, mengatakan, operasi SAR dilaksanakan di perairan Bagedur pada koordinat 6°48'34.6" LS – 105°54'33.6" BT, dengan jarak sekitar 16,5 kilometer dari Unit Siaga SAR Lebak.
“Hingga pelaksanaan operasi SAR hari pertama (H.1), korban belum berhasil ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (21/7),” katanya.
Dia menjelaskan, operasi pencarian dimulai dengan menyisir area perairan menggunakan kapal nelayan di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilaksanakan secara terpadu oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak, Polair Binuangeun, TNI AL Binuangeun, Syahbandar Binuangeun, serta nelayan setempat.
“Setelah melakukan pencarian hingga pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi SAR hari pertama ditutup dengan hasil nihil,” pungkasnya.
Dia berjanji, KPP Banten bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian sesuai prosedur operasi SAR hingga korban ditemukan. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa perairan, diimbau untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan.
“segera melaporkan kepada Basarnas atau instansi terkait, apabila terjadi keadaan darurat yang memerlukan bantuan pencarian dan pertolongan,” tandasnya.
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu



