TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Bela Program MBG: Yang Dikritik Pemborosan, Kebocoran Ribuan Triliun Justru Tak Dipersoalkan

Reporter & Editor : AY
Senin, 20 Juli 2026 | 21:20 WIB
Sidang Paripurna Taklimat Presiden di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Foto : Ist
Sidang Paripurna Taklimat Presiden di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan minimnya perhatian terhadap dugaan hilangnya kekayaan negara yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah selama puluhan tahun.

Menurutnya, persoalan besar tersebut tidak pernah menjadi sorotan serius, sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru terus menuai kritik karena dianggap membebani anggaran negara.


Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Senin (20/7/2026).


"Ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo.


Prabowo menilai kritik terhadap MBG tidak sebanding dengan manfaat yang ingin dicapai pemerintah. Program tersebut, menurutnya, dirancang untuk memastikan anak-anak, ibu hamil, dan lansia mendapatkan asupan gizi yang layak.


"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil, dan para lansia. Itu justru dianggap pemborosan," ujarnya.


Ia menegaskan, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam menekan angka stunting dan mengatasi persoalan anak-anak yang masih kekurangan gizi.


"Kita ingin memberi makan anak-anak. Faktanya, minimal seperempat anak-anak kita mengalami stunting dan masih banyak yang tidak mendapatkan makanan yang cukup. Tetapi kita malah dituduh boros, ekonomi akan kolaps, harga saham akan jatuh, dan nilai tukar rupiah akan melemah hanya karena program ini," ucapnya.


Menurut Prabowo, perhatian publik seharusnya lebih difokuskan pada persoalan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti stabilitas harga pangan, ketersediaan pupuk bagi petani, serta pemenuhan gizi anak-anak melalui program makan bergizi di sekolah.


"Yang harus kita tanyakan sekarang, apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia dan terjangkau bagi petani, serta apakah anak-anak sekolah sudah memperoleh makanan bergizi," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit