512 Orang Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo
SIDOARJO – Sebanyak 512 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menerjunkan tim untuk menginvestigasi kejadian yang mayoritas dialami para santri tersebut.
Hingga Rabu (2/9/2026), BGN mencatat 512 orang terdampak dugaan keracunan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan, 312 orang telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik, sementara lainnya masih dalam observasi medis.
Kejadian bermula pada Selasa (1/9) siang. Sekitar 1.000 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, menerima makanan MBG yang diproduksi SPPG Kalitengah.
Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan apel. Makanan disantap para santri sekitar pukul 12.00-13.00 WIB.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengalami mual, pusing, muntah, diare hingga sesak napas. Jumlah korban kemudian terus bertambah dan para santri dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, dengan RSUD RT Notopuro menjadi salah satu rumah sakit yang paling banyak menerima pasien.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk memastikan penanganan korban sekaligus mencari penyebab kejadian.
“Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Ketut, Rabu (2/9).
Investigasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan terkait. BGN juga langsung menangguhkan operasional SPPG Kalitengah dengan kategori berat.
“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujarnya.
Ketut menegaskan, Kepala SPPG Tanggulangin juga telah dicopot. Saat ini, BGN memprioritaskan penanganan para santri yang masih menjalani perawatan.
“Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” jelasnya.
Pesantren Bantah Kelola SPPG
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggulangin, KH Abdul Wahid Harun alias Gus Wahid, membantah informasi yang menyebut makanan MBG diolah oleh pihak pesantren.
Dia menegaskan, makanan tersebut berasal dari SPPG Kalitengah dan pesantren hanya menjadi penerima manfaat.
“Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok,” tegas Abdul di RSUD Notopuro.
Gus Wahid mengatakan, pihak pesantren kini fokus mendampingi para santri yang terdampak. Pesantren juga mendirikan posko untuk memantau kondisi kesehatan santri serta berkoordinasi dengan para wali santri.
Terkait kegiatan pembelajaran, pesantren masih mempertimbangkan apakah akan dihentikan sementara atau tetap berjalan, dengan melihat kondisi kesehatan para santri.
Tidak Ada Korban Meninggal
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Para korban menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo. Emil juga berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo, pengurus pesantren dan pihak rumah sakit.
“Kami mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Kadinkes, BPBD Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo yang sudah sigap. Sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini dalam waktu sangat pendek semua bisa ditangani, tak ada yang terbengkalai,” kata Emil saat mengunjungi korban.
Emil yang juga Ketua Satgas MBG Provinsi Jawa Timur mengatakan, pasien dengan penyakit bawaan seperti asma maupun alergi akan mendapat penanganan khusus.
Bupati Sidoarjo Subandi juga memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia. Menurutnya, kondisi para pasien menunjukkan perkembangan positif.
“Anak-anak kami yang tiba di rumah sakit sudah termonitor. Sementara hanya diare, sudah turun semua. Yang sembuh sudah dipulangkan, jadi tak ada yang meninggal,” kata Subandi.
Subandi juga mengungkapkan masih ada 31 SPPG di Sidoarjo yang belum mengantongi izin, dari total 170 SPPG yang berdiri di wilayah tersebut.
Dia meminta BGN meningkatkan pengawasan terhadap seluruh SPPG untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
SPPG Minta Maaf
Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
Dia mengatakan proses pengolahan makanan berlangsung seperti biasa. Memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan makanan dikirim sekitar pukul 11.00 WIB.
Rafli juga mengungkapkan adanya laporan lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 yang mengalami keluhan dan diduga berkaitan dengan makanan MBG.
“Mohon maaf, saya sangat menyesal,” kata Rafli kepada wartawan, Rabu (2/9).
Ringkas judul dan rapikan lead berita
Padatkan berita tanpa mengurangi fakta
Perkuat struktur berita dengan subjudul
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



