BRIN Teliti Karakteristik Polutan Di Tangsel
SETU-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian terhadap karakteristik partikulat halus (PM2.5) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah untuk memperkuat upaya pengendalian polusi udara melalui identifikasi sumber pencemar, kandungan kimia partikel, hingga faktor yang memengaruhi penyebarannya.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Novita Ambarsari mengatakan, penelitian dilakukan sebagai respons atas meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas udara di Tangsel dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui riset ini, BRIN ingin mengetahui karakteristik polutan sekaligus menelusuri apakah pencemaran berasal dari aktivitas di dalam wilayah Tangsel atau dipengaruhi daerah di sekitarnya.
"Kami ingin mengetahui karakter polutannya, termasuk apakah sumber pencemar berasal dari dalam wilayah Tangerang Selatan atau dipengaruhi daerah sekitar," ujar Novita, Kamis (23/7).
Menurutnya, Tangsel dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki aktivitas transportasi yang padat dan berada di kawasan penyangga Jakarta. Kondisi tersebut membuat kota ini berpotensi menerima polusi udara, baik dari sumber lokal maupun lintas wilayah.
Dalam penelitian itu, BRIN mengukur konsentrasi PM2.5 beserta sejumlah gas pencemar lainnya, seperti nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), ozon (O₃), dan amonia (NH₃). Seluruh parameter tersebut dianalisis untuk mengetahui proses pembentukan partikulat di atmosfer.
Tak hanya mengukur konsentrasi polutan, tim peneliti juga mengambil sampel PM2.5 menggunakan MiniVol Air Sampler. Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium guna mengidentifikasi kandungan senyawa organik, ion, logam, hingga morfologi partikelnya.
"Metode ini memungkinkan sampel PM2.5 dianalisis di laboratorium sehingga tidak hanya mengukur konsentrasi, tetapi juga mengungkap kandungan rinci, seperti senyawa organik, ion, logam, dan morfologi partikel, yang tidak dapat diperoleh dari sensor pemantauan kualitas udara," jelasnya.
Riset tersebut dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan dengan mengombinasikan data pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan dan hasil analisis laboratorium. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pencemaran udara di wilayah Tangsel.
Hasil kajian sementara menunjukkan bahwa tingginya konsentrasi polutan di kawasan perkotaan dipengaruhi oleh aktivitas transportasi dan kondisi meteorologi, seperti curah hujan, arah angin, serta kecepatan angin.
"Di kawasan perkotaan seperti Tangerang Selatan, kepadatan transportasi menjadi sumber emisi utama. Sementara kondisi meteorologi seperti hujan, arah, dan kecepatan angin turut menentukan tinggi rendahnya konsentrasi polutan. Sehingga, keduanya perlu dikaji secara bersamaan," kata Novita.
Selain memetakan sumber pencemar, penelitian ini juga mempertimbangkan dampak polusi terhadap kesehatan masyarakat. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan adanya keterkaitan antara peningkatan konsentrasi aerosol dengan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, hasil riset diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengendalian pencemaran udara yang lebih tepat sasaran.
Ke depan, BRIN berencana mengembangkan penelitian mengenai kandungan Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) pada PM2.5, air hujan, dan fase gas di wilayah Jabodetabek untuk memperkaya data pencemar udara sekaligus mendukung upaya mitigasi secara nasional.
"Penelitian kualitas udara tidak cukup hanya mengukur konsentrasi polutan, tetapi juga perlu memahami kandungan kimia, sumber pencemar, dan faktor yang memengaruhinya. Karena itu, kolaborasi lintas instansi diperlukan agar data dan hasil riset saling melengkapi dalam mendukung kebijakan pengelolaan kualitas udara yang lebih efektif," pungkasnya.(rmn)
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



