Pelatihan Terapis Pijat untuk Tunanetra Digelar di Cipayung, Belasan Peserta Disiapkan Jadi Tenaga Profesional
CIPUTAT – Belasan penyandang disabilitas tunanetra di Kelurahan Cipayung mengikuti pelatihan terapis pijat yang digelar sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja. Program tersebut merupakan usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cipayung yang direalisasikan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan.
Pelatihan berlangsung selama delapan hari, mulai 22 hingga 28 Juli 2026. Selama mengikuti kegiatan, para peserta dibekali kemampuan terapi pijat oleh instruktur profesional dan diproyeksikan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Lurah Cipayung Dini Nurlianti mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kapasitas penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, agar memiliki keterampilan yang diakui secara profesional.
"Di Cipayung kebetulan ada Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia. Melalui pelatihan ini kami ingin menyiapkan teman-teman tunanetra agar memiliki keahlian profesional sebagai terapis pijat, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan membuka peluang kerja," ujar Dini kepada Tangsel Pos, Minggu (26/7).
Ia menjelaskan, sekitar 15 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mayoritas peserta sebelumnya telah memiliki pengalaman memberikan layanan pijat secara mandiri, namun belum pernah mendapatkan pelatihan maupun sertifikasi kompetensi.
"Insya Allah setelah pelatihan mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Jadi bukan sekadar bisa memijat, tetapi memiliki pengakuan sebagai terapis profesional," katanya.
Menurut Dini, materi yang diberikan juga dirancang secara serius agar peserta benar-benar menguasai kemampuan yang dibutuhkan di lapangan. Karena itu, pelatihan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia penyandang disabilitas.
Meski belum disertai program penempatan kerja, Dini berharap sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta nantinya dapat menjadi modal untuk bekerja secara mandiri maupun memenuhi kebutuhan tenaga terapis di berbagai tempat.
"Harapan kami ke depan tentu ada penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang sudah lulus pelatihan. Dengan bekal sertifikasi profesional, mereka memiliki nilai tambah untuk memasuki dunia kerja," ungkapnya.
Dini menambahkan, pelatihan tersebut merupakan yang pertama kali digelar melalui usulan Musrenbang Kelurahan Cipayung. Ke depan, pihaknya berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan jenis pelatihan yang lebih beragam.
"Mudah-mudahan program ini bisa berkelanjutan. Penyandang tunanetra tidak hanya ada di Cipayung, sehingga ke depan kami berharap pelatihannya bisa diperluas, baik dari sisi peserta maupun jenis keterampilannya," tandasnya.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



