TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Santunan BPJS Ketenagakerjaan Tak Lagi Sekadar Bantuan, Pemkot Tangsel Dorong Jadi Modal Bangun Usaha

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:34 WIB
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SERPONG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya mengubah pola pemanfaatan santunan BPJS Ketenagakerjaan agar tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), keluarga penerima manfaat didorong memanfaatkan dana santunan sebagai modal merintis usaha sehingga memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

 

Program yang melibatkan 60 keluarga penerima manfaat itu menjadi langkah awal Pemkot Tangsel dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung akibat musibah.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, mengatakan santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya merupakan hak ahli waris. Namun, pemerintah ingin memberikan pemahaman agar dana tersebut dapat dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat jangka panjang.

 

"Harapannya dana santunan bisa digunakan secara lebih bijak dan efektif sehingga membuka peluang usaha bagi keluarga penerima manfaat," ujar Bambang, Kamis (30/7).

 

Ia menjelaskan, Program PEKA tidak berhenti pada pemberian edukasi semata. Pemerintah juga akan mendampingi peserta yang serius ingin membangun usaha melalui fasilitasi dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, mulai dari penyusunan rencana usaha hingga proses pengembangannya.

 

"Yang kita bangun sekarang adalah inisiatifnya dulu. Setelah mereka menentukan usaha yang akan dijalankan, pemerintah akan membantu proses pendampingannya," katanya.

 

Menurut Bambang, jika dana santunan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, manfaatnya akan cepat habis. Sebaliknya, apabila dijadikan modal usaha, dana tersebut berpotensi menjadi sumber penghasilan baru yang mampu menopang perekonomian keluarga dalam jangka panjang.

 

Ia menambahkan, keberhasilan Program PEKA nantinya akan diukur dari jumlah peserta yang benar-benar memulai usaha, mengikuti pendampingan, hingga mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.

 

"Pada tahap awal, Program PEKA diikuti 60 keluarga penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan. Keberhasilan program nantinya akan diukur dari jumlah peserta yang benar-benar memulai usaha, mengikuti pendampingan, hingga mampu mengembangkan usahanya secara mandiri," tutupnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo, menjelaskan bahwa para peserta Program PEKA merupakan keluarga yang telah menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut diberikan kepada masyarakat rentan melalui skema kerja sama antara Pemkot Tangsel dan BPJS Ketenagakerjaan.

 

"Nah ini kalau yang BPJS Ketenagakerjaan, memang yang meng-cover adalah dari dinas sosial. Makanya tadi ada 25.000 sekian ya," ujarnya.

 

Ia menerangkan, kebijakan tersebut merupakan pengembangan dari program santunan kematian yang sebelumnya diatur melalui Peraturan Daerah. Kini, anggaran tersebut dialihkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat rentan, termasuk pekerja sektor informal.

 

"Akhirnya dialihkan untuk cover untuk masyarakat yang rentan, termasuk tenaga informal. Yang tadi 25.000 sekian, ada dinas sosial untuk meng-cover apabila ada musibah dari nilai santunan," katanya.

 

Menurut Bachtiar, nilai manfaat yang diterima ahli waris kini jauh lebih besar dibandingkan program santunan sebelumnya.

 

"Maka lebih besar itu, hasilnya dulu mungkin Rp4.500.000 atau Rp5.000.000 per orang. Jadi kalau sekarang, kalau benar-benar ada yang kena musibah, sampai tadi yang seperti ini, sampai Rp40.000.000 per orang," ungkapnya.

 

Karena itu, Pemkot Tangsel bersama BPJS Ketenagakerjaan mendorong agar dana santunan tersebut menjadi titik awal kebangkitan ekonomi keluarga penerima manfaat.

 

"Makanya kita kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk keluarga penerima manfaat ini bisa menggunakan dana tersebut. Untuk bisa lebih produktif, sehingga dari musibah yang ada, seperti tadi arahan Pak Sekda, bahwa bukan menjadi musibah lainnya ya. Untuk anak kepala keluarga penerima manfaat ini, tapi bisa lebih produktif. Sehingga nanti bisa menjadi bekal untuk menjadi keluarga yang mandi," tuturnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit