TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Terpal dan Galon Aqua Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang, Polda Banten Ungkap Hasil Verifikasi

Reporter & Editor : AY
Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB
Terpal yang ditemukan bukan milik kapal KM Arupadhatu 1 yang membawa 5 wartawan. Foto : Ist
Terpal yang ditemukan bukan milik kapal KM Arupadhatu 1 yang membawa 5 wartawan. Foto : Ist

PANDEGLANG — Polda Banten memastikan terpal plastik yang ditemukan Tim SAR Gabungan saat mencari KM Arupadhatu 1 bukan bagian dari perlengkapan kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.


Hal itu diketahui setelah Ditpolairud Polda Banten meminta keterangan pemilik kapal serta dua nakhoda pengganti KM Arupadhatu 1 di Polsek Carita, Minggu (13/9/2026).


Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan ukuran dan karakteristik terpal yang ditemukan di laut tidak sesuai dengan perlengkapan KM Arupadhatu 1.


“Terpal yang ditemukan memiliki ukuran sekitar panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter serta mengeluarkan bau amis ikan. Sementara KM Arupadhatu 1 memiliki panjang 7,52 meter, lebar 2,01 meter dan kedalaman 0,90 meter,” ujar Maruli, Senin (14/9/2026).


Maruli menjelaskan, bagian atap penumpang KM Arupadhatu 1 menggunakan plastik Orchid berwarna biru dengan ukuran sekitar dua meter.
Kapal tersebut memang memiliki terpal, tetapi ukurannya hanya sekitar 2x2 meter dan digunakan untuk menutup dua mesin tempel.


Terpal milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru-oranye bolak-balik dengan tulisan “4M A12 ROYAL CROWN TECH BY KOREA + UV”. Namun, terpal tersebut tidak ikut dibawa saat kapal berlayar pada 7 September 2026 karena disimpan di KM Arupadhatu 2.


Sementara terkait galon plastik bertuliskan Aqua yang ditemukan dalam operasi pencarian, polisi masih melakukan verifikasi.


Berdasarkan keterangan yang diperoleh, air minum yang biasa tersedia ketika kapal berada di laut menggunakan air mineral kemasan 15 liter merek Le Minerale.


Meski demikian, Polda Banten belum dapat memastikan apakah KM Arupadhatu 1 membawa galon sebagai wadah penyimpanan air saat berlayar pada 7 September lalu.


Polisi juga mencocokkan sejumlah barang lain yang ditemukan Tim SAR Gabungan, di antaranya pelampung dan jeriken.


Menurut Maruli, perlengkapan keselamatan KM Arupadhatu 1 terdiri dari sekitar 10-12 jaket pelampung, tiga busa jok, satu ring buoy bantuan Pemprov Banten, serta perlengkapan keselamatan lainnya.


Untuk jeriken, kapal tersebut diketahui memiliki dua buah dengan kapasitas masing-masing 30 liter.


“Seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses verifikasi. Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan setiap barang yang ditemukan memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu 1 sebelum dilakukan pemeriksaan dan pencocokan secara menyeluruh,” tegasnya.


Polda Banten bersama Tim SAR Gabungan memastikan pencarian KM Arupadhatu 1 dan delapan orang yang masih hilang terus dilakukan secara maksimal.


Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai berbagai barang yang ditemukan selama operasi pencarian.


Langkah tersebut dinilai penting agar informasi terkait hilangnya kapal dan para penumpang tidak menimbulkan keresahan maupun kesimpulan yang keliru di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.
.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit