TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia 2030, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Turnamen

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 31 Juli 2026 | 06:41 WIB
Trophy Piala Dunia. Foto : Ist
Trophy Piala Dunia. Foto : Ist

SWISS - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia 2030, jika rencana penjualan sebagian saham turnamen kepada investor swasta tetap dilanjutkan.


Dalam pernyataan resminya, Kamis (30/7/2026), UEFA menegaskan seluruh 55 asosiasi anggotanya sepakat menolak usulan tersebut. Menurut UEFA, Piala Dunia merupakan warisan sepak bola dunia yang tidak boleh diperlakukan sebagai aset komersial.


"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," tegas UEFA.


UEFA menyatakan ancaman boikot akan dicabut apabila FIFA membatalkan rencana tersebut. Organisasi yang dipimpin Aleksander Čeferin itu menilai Piala Dunia adalah milik sepak bola dunia yang telah dibangun selama puluhan tahun oleh para pemain, tim nasional, dan suporter.


"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu menolak secara tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," lanjut pernyataan itu.


UEFA juga mengkritik proses pembahasan proposal yang dinilai tidak melibatkan para pemangku kepentingan utama. Mereka menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang berisiko dan tidak bertanggung jawab.
"Ada hal-hal yang terlalu berharga untuk dijual. Piala Dunia adalah milik sepak bola dan akan tetap demikian," tegas UEFA.


Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan mengusulkan pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola kompetisi elite FIFA. Skema itu mencakup penjualan sebagian saham kepada investor swasta untuk mengelola Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, hingga Piala Dunia Antarklub.


Apabila rencana tersebut tetap direalisasikan, ancaman boikot dari UEFA berpotensi memicu krisis besar dalam sepak bola internasional. Pasalnya, negara-negara Eropa selama ini menjadi kekuatan dominan dan peserta utama dalam setiap edisi Piala Dunia.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit