TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kapolri Gandeng Jawara Banten Perkuat Kamtibmas dan Lestarikan Budaya

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI). Foto : Ist
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI). Foto : Ist

SERANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten memperkuat sinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Menurut Kapolri, para jawara memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Kemampuan bela diri dan pengaruh sosial yang dimiliki para pendekar diharapkan dapat diarahkan untuk membela kebenaran, melindungi masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Hal itu disampaikan Listyo Sigit saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), sekaligus menghadiri Milad ke-3 PTBI di Banten, Jumat (18/9/2026).


“Yang namanya pendekar, yang namanya jawara selalu membela kebenaran, membela yang lemah, dan tentunya bersama-sama dengan Polri kita titip untuk sama-sama menjaga kamtibmas, sama-sama memberantas penyakit masyarakat, dan sama-sama kita jaga wilayah Banten,” ujar Kapolri.


Ia menilai, kekuatan para jawara dan perguruan silat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Karena itu, sinergi dengan kepolisian perlu terus diperkuat melalui kekompakan dan soliditas antarperguruan.


Selain soal keamanan, Kapolri juga menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya Banten, khususnya pencak silat Tjimande dan seni budaya debus. Menurutnya, pelestarian budaya tersebut membutuhkan peran aktif para pimpinan perguruan dan seluruh pesilat.


Kapolri pun mendorong agar tempat latihan dan pembinaan silat tidak hanya terpusat di satu lokasi. Ia meminta setiap kabupaten di Banten memiliki padepokan atau balai latihan serupa.


“Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan,” katanya.


Lebih jauh, Kapolri menegaskan, keberadaan pesanggrahan tidak sebatas menjadi tempat berlatih bela diri. Tempat tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk berdiskusi, mempererat silaturahmi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan dengan mengedepankan semangat kebersamaan.


Karena itu, Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh berbagai perguruan silat dan masyarakat. Selain latihan, fasilitas tersebut dapat menjadi pusat kegiatan seni budaya dan pelestarian kearifan lokal Banten.


Kapolri juga mendorong para jawara dan perguruan silat menjaga persatuan serta memperkenalkan pencak silat Tjimande dan debus hingga tingkat nasional.


Menurutnya, jika dikelola secara baik dan profesional, kekayaan budaya Banten tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga berpotensi membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.


“Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan,” pungkasnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit