TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gubernur Andra Minta Warga Banten Tak Takut Cek Kesehatan Gratis

Dari Target 5,9 Juta, Sebanyak 5,1 Juta Sudah Mengikuti

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 | 10:15 WIB
PANTAU LANGSUNG. Gubernur Banten Andra Soni, sedang memantau secara langsung warganya yang sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan, di acara jemput bola program CKG, di wilayah Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/8). (DOK. BIRO ADPIMPRO BANTEN)
PANTAU LANGSUNG. Gubernur Banten Andra Soni, sedang memantau secara langsung warganya yang sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan, di acara jemput bola program CKG, di wilayah Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/8). (DOK. BIRO ADPIMPRO BANTEN)

PANDEGLANG - Ribuan warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, antusias ikuti program jemput bola berupa jalan sehat dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bareng Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah, Minggu (9/8).

 

Program dirancang agar masyarakat melakukan cek kesehatan rutin secara gratis. Pelaksanaan jalan sehat dimulai dari MTsN 2 Pandeglang dan berakhir di Lapangan Pantai Ceria, Kecamatan Labuan, tempat CKG dilaksanakan.

 

Di sana, Gubernur Andra Soni bersama Dimyati Natakusumah melihat langsung dan menyapa ribuan masyarakat yang tengah memeriksakan kesehatan di 15 stan yang disediakan Pemeriksaan Program CKG meliputi pengukuran fisik dan status gizi, cek tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen.

 

Kepada seluruh masyarakat Banten, Andra Soni, meminta agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan saat program CKG ke daerah-daerah.  Menurutnya, hal itu langkah preventif agar masyarakat tetap produktif dengan tingkat kesehatan yang terjaga baik.

 

“Memeriksa kesehatan itu dilakukan agar kita bisa mendeteksi penyakit lebih dini, mencegah komplikasi serius, serta mengantisipasi risiko gangguan kesehatan sejak awal sebelum menimbulkan gejala,” kata Andra Soni.

 

Selain dari kesadaran diri sendiri, menjaga kesehatan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ruang lingkup terkecil itu, menurut Andra Soni, mempunyai peranan penting dalam mendorong terciptanya lingkungan yang sehat.

 

“Jadi ibu-ibu harus bisa mengajak bapak-bapaknya untuk ikut bersama-sama melakukan pengecekan kesehatan. Ini penting karena kalau sudah terdeteksi, kita bisa mengambil langkah penyembuhannya. InsyaAllah di seluruh RSUD di Banten sekarang ini sudah gratis,” jelasnya.

 

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan jika program hasil cepat CKG di Provinsi Banten mendekati paripurna. Dari total target yang ditetapkan sebanyak 5,9 juta, capaian sampai saat ini menjangkau 5,1 juta warga yang sudah mengikuti Program CKG.

 

“Provinsi Banten masuk urutan ketiga besar secara nasional capaian program yang sudah dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

 

Salah seorang warga Labuan, Annisa (37) mengaku, sangat merasakan manfaat program tersebut. Makanya kata dia, menyambut baik kegiatan CKG yang dilaksanakan di kampungnya tersebut. 

 

Menurutnya, dengan mekanisme jemput bola seperti ini masyarakat semakin terbantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. “Terutama bagi lansia. Karena kalau harus ke Puskesmas itu jaraknya lumayan jauh,” katanya.

 

Dengan layanan jemput bola ini, Annisa bisa membawa suami dan anaknya untuk bersama-sama melakukan CKG. “Iya kata Pak Gubernur Banten tadi benar, kita nggak boleh takut melakukan pemeriksaan kesehatan, karena ini baik untuk kedepannya,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit