TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hindari Kerugian Besar, Petani Di Lebak Memanen Padi Lebih Awal

Saluran Irigasi Mengering Akibat Kemarau

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:00 WIB
MEMANEN PADI. Petani di Kampung Cibungur, Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, sedang memanen padi lebih awal dari biasanya, karena sawah mereka mengalami kekeringan akibat saluran irigasi mengering selama musim kemarau, Senin (10/8).
MEMANEN PADI. Petani di Kampung Cibungur, Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, sedang memanen padi lebih awal dari biasanya, karena sawah mereka mengalami kekeringan akibat saluran irigasi mengering selama musim kemarau, Senin (10/8).

LEBAK - Kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, tengah mengakibatkan saluran irigasi yang mengairi persawahan di wilayah Kabupaten Lebak mengering. Kondisi itu membuat para petani terpaksa lebih awal memanen padi karena menghindari kerugian besar.

 

Walaupun demikian, keputusan tersebut harus dibayar dengan anjloknya hasil panen, akibat banyak bulir padi tidak terisi sempurna.

 

Seperti yang dilakukan para petani di Kampung Cibungur, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, menunjukkan aktivitas panen berlangsung pada lahan yang sebenarnya belum memasuki masa panen. 

 

Hamparan padi tampak menguning sebelum waktunya, sementara sebagian bulir terlihat kosong akibat kekurangan pasokan air selama fase pertumbuhan.

 

Salah seorang petani, Acih, mengaku sawah yang digarapnya sudah sekitar tiga bulan tidak mendapat pasokan air. Kondisi tersebut katanya, membuat pertumbuhan tanaman terhambat dan produksi panennya merosot dibanding musim tanam sebelumnya.

 

“Sudah tiga bulan nggak ada air, dan hasilnya turun. Biasanya panennya banyak, sekarang sedikit karena padinya tidak berkembang,” keluh Acih kepada wartawan, Senin (10/8).

 

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, Udin. Menurut dia, hasil panennya diperkirakan menyusut hingga sekitar 70 persen. Selain kekeringan, serangan hama juga memperparah kondisi tanaman.

 

“Hasilnya turun sekitar 70 persen. Penyebab utamanya kemarau, air tidak ada. Irigasinya sebenarnya ada, tetapi sumber airnya sudah kering sehingga tidak mengalir ke sawah,” ungkap Udin.

 

Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan air pertanian dipenuhi melalui jaringan irigasi yang bersumber dari kawasan Cijoro. Namun, dalam tiga bulan terakhir debit air di bagian hulu terus menurun, sehingga aliran irigasi terhenti dan sawah kehilangan pasokan air pada masa krusial pertumbuhan padi.

 

Fenomena panen dini ini, menjadi sinyal bahwa dampak kemarau tidak lagi sebatas mengurangi pendapatan petani, tetapi juga berpotensi menekan produksi pangan daerah. 

 

Jika kondisi kekeringan terus meluas, penurunan hasil panen di tingkat petani dikhawatirkan berdampak terhadap produksi gabah Kabupaten Lebak pada musim tanam tahun ini.

 

Data Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, tengah menunjukkan kekeringan berdampak pada ratusan hektare areal persawahan. Berdasarkan laporan kerusakan tanaman akibat bencana alam periode musim tanam April-September 2026, luas lahan terdampak mencapai 314 hektare. 

 

“Dari jumlah tersebut, 253 hektare mengalami kekeringan, 49 hektare berada dalam kondisi puso atau gagal panen, sementara 14 hektare dilaporkan telah pulih,” kata Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan.

 

Katanya lagi, Kecamatan Kalanganyar menjadi wilayah dengan dampak terluas, disusul Kecamatan Rangkasbitung, Warunggunung, Maja, Malingping, Cibeber, dan Cilograng.

 

Dia menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan kekeringan di lapangan serta mendorong berbagai langkah antisipasi untuk meminimalkan kerugian petani. 

 

“Upaya yang dilakukan antara lain pemetaan wilayah terdampak, optimalisasi pompanisasi di lokasi yang masih memiliki sumber air, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk penanganan kekeringan,” klaimnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit