TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Skandal 'Suap Seksual' Wasit Asing di Korsel Kembali Mencuat, Wasit Jepang Ikut Disorot

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi wasit. Foto : Ist
Ilustrasi wasit. Foto : Ist

SEOUL – Dunia sepak bola Korea Selatan kembali diguncang isu kontroversial terkait dugaan pemberian layanan seksual kepada sejumlah wasit asing yang bertugas dalam pertandingan internasional pada 2011-2012.


Kasus tersebut kembali menjadi sorotan setelah media Korea Selatan, JTBC, mengungkap hasil investigasi yang sebelumnya dilakukan Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016.

Dalam penyelidikan itu, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) disebut pernah menyediakan hiburan yang tidak semestinya bagi sejumlah perangkat pertandingan dari luar negeri.


Salah satu nama yang ikut terseret dalam laporan tersebut adalah wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura. Ia diduga menerima layanan tersebut saat bertugas memimpin laga kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Korea Selatan dan Kuwait di Seoul World Cup Stadium, 29 Februari 2012.


Laporan media Jepang, Kyodo News, menyebut dugaan keterlibatan Nishimura kini turut mendapat perhatian dari Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Organisasi tersebut berencana melakukan penelusuran untuk memastikan apakah wasit tersebut benar menerima layanan yang dimaksud.


Dalam kasus ini, sejumlah wasit asing disebut diduga lebih dahulu meminta fasilitas tersebut. KFA kemudian diklaim memenuhi permintaan mereka.


Sementara itu, Yonhap melaporkan KFA diduga mengeluarkan biaya sekitar 500 ribu won atau setara Rp6,2 juta untuk membiayai layanan tersebut di sebuah tempat pijat.


Kasus itu kemudian mendapat sorotan luas dari publik Korea Selatan dan dijuluki sebagai bentuk "suap seksual" karena layanan tersebut diduga diberikan kepada wasit yang bertugas dalam pertandingan.


KFA masih melakukan penelusuran terkait kasus tersebut. Di Jepang, JFA juga disebut akan mengambil tindakan apabila hasil investigasi nantinya membuktikan adanya keterlibatan Nishimura.


Kasus yang kembali mencuat setelah lebih dari satu dekade ini menjadi perhatian serius karena menyangkut integritas perangkat pertandingan dan kredibilitas penyelenggaraan sepak bola internasional.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit