Jinakkan Api Bromo, Dua Menteri Bergantian Turun ke Lapangan
JAWA TIMUR – Pemerintah terus bergerak memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bergantian turun ke lapangan memastikan api segera dituntaskan.
Pratikno memimpin rapat koordinasi percepatan pemadaman karhutla di TNBTS, Selasa (11/8/2026). Ia menyebut, dari sebelumnya 34 titik api, kini tersisa dua titik yang masih dalam penanganan.
“Kita datang untuk memastikan bahwa titik api yang sebelumnya 34, sekarang tinggal dua. Karena itu, kita bekerja keras, target waktunya secepat-cepatnya,” kata Pratikno.
Ia meminta pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat bersinergi memadamkan api sekaligus mencegah munculnya titik baru. BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) jika kondisi teknis memungkinkan.
Sehari sebelumnya, Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan karhutla di TNBTS. Ia memastikan operasi water bombing menggunakan helikopter dimaksimalkan untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan dari darat.
Berdasarkan data sementara, sekitar 520 hektare kawasan TNBTS terdampak kebakaran. Titik api masih berada di kawasan Tebing P-30, Probolinggo, serta sekitar Gunung Dingklik, Pasuruan.
Selama pemadaman, empat akses masuk TNBTS dari Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Raja Juli menegaskan pemerintah akan melakukan penanganan secara maksimal, terlebih BMKG memprediksi fenomena El Nino berpotensi berlangsung kuat pada Agustus hingga Oktober.
“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan. Pemerintah all out mengantisipasi karhutla di tengah El Nino Godzilla ini,” tegasnya.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




