Api Dekat IKN Padam, Karhutla Kalimantan-Sumatera Disorot 13 Negara
IKN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat mendekati kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, berhasil dipadamkan.
Meski demikian, pemerintah masih meningkatkan kewaspadaan karena karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera belum sepenuhnya teratasi.
Persoalan karhutla kini juga mendapat sorotan internasional. Asap yang ditimbulkan kebakaran dilaporkan menyebar hingga sejumlah negara tetangga dan memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H Sumadilaga, mengatakan titik kebakaran terdekat dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berada sekitar 30–40 kilometer.
Menurutnya, titik api di sekitar kawasan IKN kini telah jauh berkurang. Salah satunya di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) KM 31 dan Bukit Tengkorak, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kecamatan Sepaku.
"Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh," kata Danis dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).
Danis menyebut pemadaman dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Salah satu metode yang digunakan yakni water bombing menggunakan helikopter untuk menjangkau titik-titik yang sulit ditangani dari darat.
"Mungkin ada asap kecil-kecil saja. Ini hasil pemadaman yang dilakukan oleh tim darat bersama-sama dan juga dari udara waktu water bombing. Hari ini di Bukit Tengkorak sudah padam," ujarnya.
Meski api telah berhasil dijinakkan, Otorita IKN tidak langsung menghentikan penanganan. Petugas tetap melakukan patroli dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
"Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi. Harus kita lakukan upaya monitoring, patroli untuk memastikan bahwa jangan sampai kebakaran ini terjadi lagi," kata Danis.
Otorita IKN juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pemantauan kawasan sekitar IKN akan terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap asap maupun titik api baru.
Disorot 13 Negara
Kekhawatiran terhadap karhutla Indonesia tidak hanya terjadi di dalam negeri. Kabut asap akibat kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan dilaporkan telah menyeberang ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Filipina.
Friends of the Earth Asia Pacific (FoE APAC), aliansi organisasi lingkungan yang mewakili 13 negara di kawasan Asia Pasifik, mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah lebih tegas untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas.
FoE APAC juga meminta perusahaan yang memiliki aktivitas dan kepentingan di sektor perkebunan serta kehutanan ikut bertanggung jawab atas dampak pencemaran asap.
"Kami mendesak Pemerintah Indonesia mengambil tanggung jawab segera," tulis FoE APAC dalam pernyataannya, seperti dilansir Harian Metro Malaysia, Rabu (9/9/2026).
FoE APAC menilai kabut asap lintas batas tidak semestinya dianggap sebagai persoalan musiman yang muncul setiap kali terjadi karhutla. Masalah tersebut dinilai berkaitan erat dengan tata kelola hutan dan lahan.
Mereka menyebut jutaan warga di sejumlah negara ASEAN terdampak kabut asap. Karena itu, FoE APAC menyerukan keterlibatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk memperkuat pengakuan terhadap konsep ecocide, yakni kerusakan lingkungan serius yang menimbulkan dampak luas.
Sejumlah negara mulai meningkatkan kewaspadaan akibat memburuknya kualitas udara. Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina termasuk negara yang terdampak sebaran asap.
Di Sarawak, Malaysia, kabut asap dari karhutla di Kalimantan Barat bahkan telah berdampak pada aktivitas sekolah. Sedikitnya enam sekolah dilaporkan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya ke sistem daring untuk melindungi siswa dari paparan polusi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta penanganan karhutla di sekitar IKN menjadi perhatian serius. Prabowo menegaskan kebakaran tidak boleh sampai mencapai zona inti pusat pemerintahan.
"Jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," ujar Prabowo dalam rapat kerja, Senin (7/9/2026).
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 jam yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu





