Pemkot Tangsel Gandeng BSI, UMKM hingga Masjid Didorong Kembangkan Ekonomi Syariah
CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk memperluas pengembangan ekonomi berbasis syariah. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah di Puspemkot Tangsel, Rabu (12/8).
Kerja sama ini menjadi payung bagi berbagai program yang nantinya dapat dijalankan Pemkot Tangsel bersama BSI. Sejumlah sektor menjadi sasaran, mulai dari pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses pembiayaan, edukasi ekonomi syariah hingga pengembangan potensi ekonomi di lingkungan masjid.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, kesepakatan bersama tersebut merupakan wadah besar sebelum ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan perangkat daerah maupun lembaga terkait.
“Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU, kesepahaman bersama. Jadi kerja sama ini adalah wadah besarnya. Nanti selanjutnya akan dilakukan PKS-PKS terhadap unit-unit yang lebih kecil,” ujar Pilar.

Foto : Ist
Menurutnya kerja sama dapat dikembangkan dalam berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan perekonomian. Termasuk membuka akses bagi pedagang dan pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan sekaligus pengetahuan mengenai ekonomi syariah.
Pilar menegaskan, pemerintah ingin memberikan pilihan kepada masyarakat dalam mengakses layanan keuangan sesuai kebutuhan. Sebab, terdapat masyarakat yang memilih perbankan konvensional, sementara sebagian lainnya membutuhkan layanan berbasis syariah.
“Kita berikan ruang bagi masyarakat yang memang mau bergerak di ekonomi syariah dan juga mau didampingi oleh perbankan syariah,” katanya.
Ia menilai penguatan ekonomi menjadi salah satu prioritas kerja sama tersebut. Terlebih, banyak generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi tetapi masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan.
Karena itu, Pemkot Tangsel ingin membuka lebih banyak ruang agar anak muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk membangun usaha di daerahnya sendiri.
“Kita kasih ruang buat mereka, supaya mereka juga bisa berdaya di kotanya sendiri, khususnya di Tangerang Selatan,” ungkap Pilar.
Dukungan tersebut nantinya dapat berupa akses modal maupun edukasi bisnis, mulai dari usaha ultramikro, mikro, hingga menengah. Pemkot juga mendorong pelaku UMKM yang sudah berjalan untuk mengembangkan bisnisnya, termasuk bagi mereka yang ingin beralih dari sistem konvensional menuju skema syariah.
Selain UMKM, Pilar melihat potensi masjid sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat. Pemkot Tangsel akan menjadi penghubung antara masyarakat, pengelola masjid, dan BSI agar potensi tersebut dapat dikembangkan.
“Gimana sih masjid-masjid ini bisa menjadi pusat ekonomi syariah? Pusat bisnis syariah? Mereka juga membutuhkan modal dari perbankan syariah. Kita yang memberikan jembatan antara pemerintah daerah dengan BSI,” jelasnya.
Kerja sama juga berpotensi menyentuh edukasi perencanaan keuangan untuk masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. Pilar mengatakan, BSI dapat memberikan pemahaman mengenai perencanaan keuangan agar masyarakat dapat mempersiapkan biaya haji secara lebih terarah.
Pilar mengatakan, penguatan akses modal dan pendampingan usaha pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berwirausaha. Ketika masyarakat memiliki penghasilan, daya beli ikut meningkat dan roda ekonomi daerah dapat terus bergerak.
“Tidak ada di Tangsel ini yang bergerak sendiri. Kita harus bekerja sama, harus merangkul satu sama lain, saling menjaga, kolaborasi, supaya kembali lagi manfaat itu bisa dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Regional CEO Region IV Jakarta 1 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Fiti Syam mengatakan, BSI sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) turut menjalankan berbagai program pemerintah, termasuk dukungan pembiayaan untuk UMKM.
“Alhamdulillah BSI per tahun 2026 ini kami sudah resmi menjadi bank Himbara. Jadi kami bank milik negara. Dengan milik negara artinya program-program pemerintah pusat itu juga kena di kami,” kata Fiti.
Menurutnya, pelaku usaha di Tangsel dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan BSI, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program tersebut menyasar pelaku usaha mikro hingga segmen usaha kecil dan menengah.
Fiti menyebut, BSI juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah masjid, salah satunya Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), dalam pengembangan program bank infak. Skema tersebut dapat menyasar pedagang kecil maupun usaha rumahan yang baru memulai usaha.
“Untuk bank infak kemarin teman-teman MRBJ itu ada yang maksimum Rp5 juta. Karena itu kan untuk pedagang-pedagang kecil, pedagang-pedagang rumah tangga,” ujarnya.
Selain pembiayaan, BSI juga memiliki program sosial melalui BSI Maslahat. Fiti mengatakan, selama lima tahun berdiri, BSI telah menyalurkan zakat perusahaan sekitar Rp1 triliun kepada Baznas untuk kemudian dimanfaatkan bagi masyarakat yang berhak menerima.
“Yang itu bisa dimanfaatkan oleh Baznas, pastinya Baznas Kota Tangerang Selatan untuk kemudian disalurkan kepada yang berhak, kepada asnaf itu bisa dimanfaatkan,” katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan syariah, tetapi juga membantu menekan ketergantungan terhadap pinjaman online ilegal dan rentenir.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




