Xavi Hernandez Resmi Tangani Timnas Belanda, Dikontrak hingga Piala Dunia 2030
AMSTERDAM – Xavi Hernandez resmi memulai tantangan baru dalam karier kepelatihannya. Legenda Barcelona dan Timnas Spanyol itu ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Belanda untuk menggantikan Ronald Koeman.
Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengonfirmasi Xavi mendapat kontrak hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan ini sekaligus menandai kembalinya Xavi ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Barcelona pada 2024.
“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengaku memiliki ikatan khusus dengan sepak bola Belanda. Ia menyebut filosofi Johan Cruyff dan Rinus Michels yang banyak memengaruhinya saat menimba ilmu di akademi Barcelona.
“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih,” ujarnya.
Menariknya, Xavi pernah menggantikan Koeman di Barcelona. Ia mengambil alih kursi pelatih Blaugrana pada 2021 dan berhasil membawa klub tersebut menjuarai LaLiga 2022/23, sekaligus mengakhiri penantian gelar liga selama empat tahun.
Kini, Xavi menghadapi tugas berat bersama Belanda. Oranje datang dengan hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir pada babak 32 besar akibat kalah dari Maroko.
Xavi tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang dinilainya sesuai dengan filosofi yang ingin diterapkannya.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” tuturnya.
Menurut Xavi, kemenangan tetap menjadi tujuan utama. Namun, ia ingin Belanda meraih hasil positif dengan gaya bermain yang mencerminkan identitas sepak bola Oranje.
“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” katanya.
Sebagai pemain, Xavi merupakan salah satu gelandang terbaik generasinya. Bersama Barcelona dan Timnas Spanyol, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Setelah gantung sepatu, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019. Ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona.
Di Camp Nou, Xavi membawa Barcelona meraih gelar LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023. Namun, ia meninggalkan klub setelah musim 2023/24 tanpa tambahan trofi.
Kini, Xavi mendapat kesempatan baru bersama Belanda. Ia diharapkan mampu mengembalikan Oranje ke persaingan elite dunia sekaligus membangun tim dengan gaya bermain menyerang dan berbasis penguasaan bola.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu




