Indonesia Mulai Ekspor Beras ke Malaysia, 1.000 Ton Dikirim ke Sarawak
JAKARTA — Indonesia kembali memasuki pasar beras internasional. Setelah memastikan kebutuhan pangan dalam negeri tercukupi, pemerintah melepas ekspor perdana sebanyak 1.000 ton beras premium ke Malaysia, dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan masyarakat di Sarawak.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia. Menurutnya, kemampuan mengirim beras ke luar negeri menunjukkan produksi nasional kini telah berada dalam kondisi kuat setelah pemerintah berhasil mencapai swasembada.
“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Amran menjelaskan, keputusan membuka kembali ekspor dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton.
“Kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.
Produksi beras nasional pada 2026 juga diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memperluas pasar ekspor tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
Untuk tahap pertama, pemerintah mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap dan berpotensi ditingkatkan seiring dengan permintaan pasar.
Amran menyebut kebutuhan beras Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan beras untuk seluruh Malaysia diperkirakan berada di kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.
“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujarnya.
Kerja sama tersebut sebelumnya telah dibahas bersama Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Pemerintah Malaysia disebut menyambut positif pasokan beras dari Indonesia dan membuka peluang peningkatan volume ekspor.
“Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” kata Amran.
Beras yang dikirim merupakan beras premium dengan harga yang disepakati sekitar 3,9 Ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram. Jika pasokan ke Sarawak mencapai 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.
Menurut Amran, terbukanya pasar ekspor turut memberikan manfaat bagi petani. Selain memperluas pasar, ekspor diharapkan menciptakan harga yang lebih kompetitif sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.
“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” tegasnya.
Pemerintah juga memastikan kualitas beras yang dikirim ke Malaysia memenuhi standar premium sesuai ketentuan negara tujuan.
Amran memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional, mulai dari petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, BUMN, hingga masyarakat.
“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan dan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Terima kasih juga yang mengapresiasi, terutama Bapak Presiden yang mensupport ini semua atas kebijakan Bapak Presiden sehingga kita bisa lakukan hari ini,” katanya.
Sementara itu, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman awal 1.000 ton merupakan bagian dari strategi memperkenalkan beras Indonesia kepada konsumen di Sarawak sekaligus membuka pasar yang lebih luas di Malaysia.
“Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” ujar Jumaat.
Pengiriman perdana akan memanfaatkan jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Penggunaan jalur tersebut dinilai strategis karena memperlihatkan kedekatan geografis sekaligus memperkuat hubungan perdagangan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.
“Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama,” ujar Jumaat.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 21 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 13 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu








