TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

HIMNI Kukuhkan Pengurus Baru, Perluas Pemanfaatan Teknologi Nuklir

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:14 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SETU – Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026-2031.

 

 Kepengurusan baru yang dipimpin Djarot Sulistio Wisnubroto tersebut membawa sejumlah agenda, salah satunya memperluas pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor.

 

Pengukuhan sekaligus penyampaian program kerja HIMNI berlangsung di Aula PT Intergy, TBIC-BRIN, Setu, Sabtu (15/8). Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi nuklir.

 

Ketua Umum HIMNI Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, organisasi yang dipimpinnya memiliki tujuan utama mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir agar semakin luas di Indonesia. HIMNI juga ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi nuklir.

 

“Tujuan utama itu bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir makin luas di Indonesia. Kedua, kita juga membantu banyak pihak mengenal apa itu nuklir,” kata Djarot.

 

Menurutnya, HIMNI dapat mengambil peran dalam membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ketika terdapat kebijakan atau program yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi nuklir.

 

Untuk memperkuat peran tersebut, HIMNI akan memperluas jumlah anggota dan jaringan organisasi di daerah. Pengembangan cabang juga diarahkan untuk melibatkan lebih banyak generasi muda.

 

“Kita ingin menambah jumlah anggota, menambah jumlah cabang di daerah, dan membuat cabang organisasi anak muda di daerah,” ujarnya.

 

Saat ini, HIMNI telah memiliki cabang di Banten, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Barat dan Yogyakarta. Ke depan, jaringan tersebut akan diperluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Bangka.

 

Djarot menegaskan, HIMNI terbuka bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi nuklir. Keanggotaan organisasi tidak hanya diperuntukkan bagi akademisi maupun mereka yang memiliki latar belakang pendidikan nuklir.

 

“Pokoknya suka dengan nuklir bisa jadi anggota. Tidak harus seorang profesor atau dokter nuklir,” katanya.

 

Ia berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, memahami bahwa teknologi nuklir memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar persenjataan. HIMNI mendorong penggunaan teknologi tersebut untuk kepentingan damai dan mendukung berbagai kebutuhan masyarakat.

 

Pemanfaatan teknologi nuklir, lanjut Djarot, dapat dikembangkan di sejumlah bidang, seperti kesehatan, pertanian, pangan, lingkungan, industri hingga energi.

 

“Goal-nya tidak hanya PLTN. Bagaimana pemanfaatan teknologi nuklir itu bisa lebih luas,” tuturnya.

 

Dalam penerapannya, teknologi nuklir juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat polusi serta mendeteksi kerusakan pada material atau struktur melalui metode pengujian tanpa merusak objek yang diperiksa.

 

Djarot menyebut Indonesia sebenarnya telah memiliki banyak sumber daya manusia yang memanfaatkan teknologi nuklir dalam bidang pekerjaannya. Namun, belum seluruhnya terhubung dan dikenal sebagai bagian dari komunitas nuklir.

 

Karena itu, kepengurusan HIMNI periode 2026-2031 akan berupaya membangun basis anggota yang lebih kuat. Organisasi juga akan mengajak lebih banyak pemangku kepentingan untuk terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia.

 

“Kita ingin menyusun keanggotaan yang kuat, termasuk mengajak banyak pemangku kepentingan yang berpengaruh untuk terlibat atau bisa jadi pengurus atau anggota HIMNI,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit