Gus Kikin, Pengasuh Tebuireng yang Kini Memimpin PBNU
JOMBANG — KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin mendapat amanah besar untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ini terpilih menjadi Ketua Umum PBNU setelah melalui proses pemilihan dalam forum organisasi.
Sebelum dipercaya menakhodai PBNU, Gus Kikin dikenal sebagai salah satu tokoh pesantren yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Selain kiprahnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, ia juga memiliki pengalaman di dunia usaha.
Gus Kikin meneruskan estafet kepemimpinan Pesantren Tebuireng setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Sejak 2020, Gus Kikin dipercaya menjadi pengasuh dan tercatat sebagai pengasuh Tebuireng ke-8.
Keturunan Pendiri NU
Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.
Dari pihak ibu, Gus Kikin memiliki garis keturunan yang terhubung dengan keluarga besar pendiri Nahdlatul Ulama. Nasab tersebut bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy'ari.
Nyai Hj Khoiriyah Hasyim diketahui menikah dengan KH Ma'shum Ali, ulama ahli ilmu falak asal Gresik yang dikenal sebagai pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah. KH Ma'shum Ali juga merupakan kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Sementara dari garis ayah, Gus Kikin merupakan keturunan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang. KH Anwar Alwi menikah dengan Nyai Hj Khadijah.
Garis keluarga tersebut juga menghubungkan Gus Kikin dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.
Dalam kehidupan keluarga, Gus Kikin menikah dengan Nyai Hj Lelly Lailyah. Pasangan ini dikaruniai dua anak, yakni Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan.
Menempuh Pendidikan Umum dan Pesantren
Perjalanan pendidikan Gus Kikin dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah di Jombang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.
Selepas pendidikan menengah, Gus Kikin melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi melalui Universitas Terbuka.
Pendidikan Gus Kikin tidak hanya ditempuh melalui jalur formal. Ia juga memiliki pengalaman sebagai santri di sejumlah pesantren di Jombang.
Salah satunya adalah Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan oleh ayahnya. Gus Kikin juga pernah memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Berbekal pengalaman panjang di lingkungan pesantren, organisasi, dan dunia usaha, Gus Kikin kini menghadapi tantangan baru sebagai pemimpin tertinggi PBNU untuk periode 2026-2031.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



