Atlet Nasional hingga Peraih Emas SEA Games Ramaikan Open Tournament Petanque Tangsel
Goes to Porprov VII 2026 di Tangerang Selatan
PONDOK AREN — Persaingan olahraga petanque di Tangerang Selatan (Tangsel) semakin semarak. Sejumlah atlet nasional, termasuk peraih medali emas SEA Games, turun langsung dalam Open Tournament Petanque Tangerang Selatan. Kejuaraan ini juga dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan menuju ajang besar Porprov Banten 2026.
Ajang tersebut menjadi ajang adu kemampuan atlet dari berbagai daerah. Tidak hanya jumlah peserta yang cukup banyak, kualitas persaingan juga menjadi perhatian lantaran mempertemukan atlet daerah dengan pemain yang telah berpengalaman di level nasional dan internasional.
Tidak hanya jumlah peserta yang cukup banyak, kualitas persaingan juga menjadi perhatian lantaran mempertemukan atlet daerah dengan pemain yang telah berpengalaman di level nasional dan internasional.
Open Tournament Petanque Tangerang Selatan diikuti 60 peserta pada nomor single dan 60 tim untuk nomor double. Pertandingan berlangsung kompetitif sejak babak awal hingga perebutan posisi terbaik.
Kejuaraan ini dibuka Kabid Olahraga dan Prestasi Kota Tangerang Selatan Deden Umaidi. Hadir dalam pembukaan Ketua FOPI Provinsi Banten Edy Irianto, Sekretaris Umum KONI Kota Tangerang Selatan Irfan Alamsyah, Ketua FOPI Kota Tangerang Selatan Denas Budiman, serta perwakilan Pegadaian Cabang Cirendeu dan Bank Banten sebagai sponsor utama.
Kehadiran atlet berpengalaman membuat setiap pertandingan berlangsung ketat. Peserta dituntut mampu mengatur posisi boule, membaca arah permainan lawan, sekaligus menjaga konsentrasi dan ketepatan lemparan.

Ketua Panitia Open Tournament Petanque Tangerang Selatan Wahyu Livia Arista mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi wadah bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus memperluas jejaring antarklub dan daerah.
“Kejuaraan ini diikuti peserta dari berbagai daerah dan juga atlet-atlet nasional. Bahkan ada atlet yang pernah meraih emas SEA Games di nomor single yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa animo dan kualitas persaingan dalam turnamen ini cukup tinggi,” ujar Wahyu Livia Arista dalam laporannya.
Menurut dia, kompetisi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan juara. Pertemuan atlet dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarpemain, klub, komunitas hingga pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI).
Ketatnya pertandingan terlihat dari hasil akhir di dua nomor yang dipertandingkan. Pada nomor single, Abun Nawan dari Pasutri+ berhasil keluar sebagai juara pertama.
Posisi kedua ditempati Puma Tarigan dari Maleo 1. Sementara dua atlet lainnya, yakni Andri Irawan dari Jakarta 4 dan Mirda Wahyuni dari Pasutri++, sama-sama menempati peringkat ketiga.
Persaingan tak kalah sengit terjadi pada nomor double. Pasangan Pumareka Tarigan dan Cahyo Prakoso dari Maleo 1 berhasil menjadi juara pertama.

Juara kedua diraih Faisal dari Kotang 2. Sedangkan posisi ketiga bersama ditempati pasangan Muhammad Arga Nurfaadihillah dan Muhammad Azam Zamzamy dari Jakbar 2 serta Tri Medya Gusmiarni dan Nur Siam dari Jakbar 8.
Kehadiran atlet nasional dan pemain yang memiliki pengalaman di ajang internasional diharapkan turut memberikan dampak terhadap pembinaan atlet petanque di Tangsel.
Ketua FOPI Kota Tangerang Selatan Denas Budiman bersama jajaran panitia menilai kompetisi dengan level persaingan tinggi dibutuhkan untuk memberikan jam terbang kepada atlet, khususnya para pemain muda.
Ketua FOPI Kota Tangerang Selatan Denas Budiman bersama jajaran panitia menilai kompetisi dengan level persaingan tinggi dibutuhkan untuk memberikan jam terbang kepada atlet, khususnya para pemain muda, sebagai persiapan menghadapi Porprov Banten 2026.
Selain menjadi arena kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi sarana mengenalkan petanque kepada masyarakat. Dukungan Pegadaian Cabang Cirendeu dan Bank Banten sebagai sponsor utama turut membantu pelaksanaan kejuaraan.
Rangkaian pertandingan kemudian ditutup Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan Mukroni bersama Camat Pondok Aren Hendra.
Berakhirnya turnamen diharapkan tidak menjadi akhir dari geliat kompetisi petanque di Tangsel. Kejuaraan serupa dinilai penting untuk terus digelar secara berkelanjutan agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan mengasah kemampuan dan mengejar prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Berakhirnya turnamen diharapkan tidak menjadi akhir dari geliat kompetisi petanque di Tangsel. Kejuaraan serupa dinilai penting untuk terus digelar secara berkelanjutan agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan mengasah kemampuan dan mengejar prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mematangkan persiapan menuju Porprov Banten 2026 yang akan digelar di Kota Tangerang Selatan.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 12 jam yang lalu



