Bupati Dewi Beri Motivasi Pelajar Sekolah Rakyat Saat MPLS
Jangan Takut Bermimpi, Jadilah Generasi Berdampak
PANDEGLANG - Pada saat para pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pandeglang, mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani tengah menyempatkan menyapa dan memberikan motivasi kepada pelajar, agar memiliki semangat belajar serta tidak ragu untuk mengejar cita-cita.
Hal itu disampaikan Bupati Dewi, pada saat meninjau secara langsung kegiatan MPLS bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Asep Rahmat, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin ( 31/8).
Di hadapan para pelajar, Bupati Dewi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kabupaten Pandeglang.
”Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pendidikan dan mempersiapkan masa depan,” kata Bupati Dewi.
Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian dan semangat kebersamaan para siswa. Karena itu, Dewi berpesan agar para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan.
”Anak-anak harus rajin belajar, disiplin dan terus semangat. Jangan takut untuk bermimpi. Kejar cita-cita kalian setinggi mungkin dan jadilah orang yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.
Dewi juga mengajak para siswa untuk memiliki semangat kebersamaan serta menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Pandeglang dan Indonesia. “Dari Pandeglang, kita bersatu serentak. Dari Sekolah Rakyat, kita bergerak dan berdampak,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pandeglang, dapat menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda.
Dukungan dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat, kata Dewi, sangat dibutuhkan agar proses pendidikan di Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.
”Anak-anak inilah yang akan menjadi penerus kita. Mari kita berikan dukungan, semangat dan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir generasi Pandeglang yang cerdas, berkarakter dan mampu memberikan dampak bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
”Dari Pandeglang kita bersatu, dari Sekolah Rakyat kita bergerak dan berdampak,” sambungnya.
Sementara, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pandeglang, Siwi Astuti, menyatakan materi inti orientasi berfokus pada pengenalan lingkungan, pembentukan jati diri, literasi, serta kesamaptaan bersama TNI.
Katanya, program pembinaan tersebut dirancang pihak sekolah secara komprehensif untuk mendampingi masa adaptasi para siswa baru di lingkungan asrama.
“MPLS tahun pelajaran 2026/2027 mencakup materi inti pengenalan lingkungan sekolah, jati diri dan karakter, literasi, numerasi, kesehatan, hingga unjuk bakat. Minggu kedua nanti ada kegiatan kesamaptaan selama tiga hari yang dibina langsung oleh mitra TNI dari Koramil,” jelasnya.
Proses adaptasi peserta didik baru di lingkungan asrama dikatakan Siwi, berjalan lancar meskipun sebagian siswa tingkat dasar masih memerlukan bimbingan intensif. Para wali asuh dan pengajar disebutnya, saling bekerja sama memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yang rindu rumah.
Selain materi pembentukan karakter, pihak sekolah juga memberlakukan materi khusus pencegahan perundungan, serta penyimpangan. Edukasi nilai kebersamaan, toleransi dan penanaman nilai moral, nilainya akan diperkuat untuk menjaga keharmonisan antar peserta didik yang berasal dari berbagai daerah.
“Materi khusus pencegahan bullying, hingga penyimpangan seksual diberikan bekerja sama dengan Polsek agar anak-anak paham dasar hukum. Kita juga menyediakan ruangan khusus peribadatan non muslim serta berkoordinasi dengan Kementerian Agama,” tandasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
Pos Banten | 22 jam yang lalu



