Jajaran Pengurus MUI Ciputat Timur Resmi Dikukuhkan
CIPUTAT TIMUR-Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciputat Timur masa khidmat 2026-2031 resmi dikukuhkan. Ketua Umum MUI Kota Tangsel, KH Saidih meminta jajaran pengurus baru memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Tangsel KH Saidih saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan Ciputat Timur di STIE Ganesha, Jalan Legoso, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Senin (31/8).
KH Saidih mengatakan, keberadaan MUI di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta pengurus MUI Ciputat Timur yang baru dikukuhkan tidak berjalan sendiri dalam menjalankan program organisasi. Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun lembaga keagamaan perlu terus dibangun.
“Pengurus MUI kecamatan harus senantiasa meningkatkan sinergi dengan pemerintah kecamatan dan lembaga keagamaan setempat. Semua dilakukan demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Menurut KH Saidih, hubungan yang harmonis antara ulama dan pemerintah menjadi salah satu kunci agar berbagai program keumatan dapat berjalan secara efektif. Masing-masing pihak diharapkan dapat menjalankan perannya dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pengurus MUI Ciputat Timur agar menghindari terjadinya benturan dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, komunikasi antara pengurus MUI dengan jajaran pemerintah kecamatan harus dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.
“Kerja sama ulama dan umara harus terus diperkuat. Jangan sampai ada benturan dalam pelayanan kepada masyarakat. Yang utama adalah bagaimana kepentingan dan kemaslahatan umat bisa terlayani dengan baik,” katanya.
Selain memperkuat hubungan dengan pemerintah, KH Saidih meminta MUI Ciputat Timur turut mengambil peran dalam menggairahkan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan masjid sebagai pusat pembinaan umat. MUI diharapkan dapat mendorong berbagai kegiatan yang membuat masyarakat semakin aktif memakmurkan masjid.
Menurut dia, kegiatan di masjid tidak hanya sebatas ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk pendidikan keagamaan, mempererat silaturahmi, membina generasi muda, serta menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Tugas utama MUI kecamatan salah satunya bagaimana menggairahkan masyarakat untuk aktif memakmurkan masjid,” tegasnya.
Saidih juga mendorong pengurus MUI Ciputat Timur memperluas kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, tantangan sosial dan persoalan kemasyarakatan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Ia menyebut ulama, pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan warga perlu membangun kerja sama sesuai dengan peran masing-masing. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
“Ulama, aparat dan masyarakat harus berjalan bersama. Dengan kolaborasi yang baik, insyaallah lingkungan masyarakat akan semakin rukun dan sejahtera,” pungkas Saidih.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026-2031, MUI Kecamatan Ciputat Timur diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi pembinaan umat. Kehadiran organisasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah Ciputat Timur.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Pos Banten | 21 jam yang lalu



