TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

ASN Pemkot Diimbau Jauhi Judol & Pinjol

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 03 September 2026 | 07:00 WIB
ils
ils

CIPUTAT-Di tengah maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) diingatkan agar tidak terjebak aktivitas digital yang dapat menimbulkan persoalan keuangan maupun mengganggu pekerjaan.

 

 Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel, Wahyudi Leksono mengatakan, pembinaan terhadap ASN menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan pribadi berkembang hingga berdampak pada pelaksanaan tugas.

 

 Menurutnya, masalah keuangan akibat penggunaan pinjol secara berlebihan maupun keterlibatan dalam judol dapat memengaruhi kehidupan keluarga. Dalam kondisi tertentu, persoalan tersebut juga bisa mengganggu konsentrasi dan profesionalitas pegawai saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

 “Jangan sampai persoalan pribadi kemudian mengganggu pekerjaan. ASN harus mampu menjaga profesionalitas, disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas,” ujar Wahyudi, Rabu (2/9).

 

 Wahyudi menegaskan, ASN memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, perilaku serta integritas pegawai perlu dijaga, termasuk dalam menggunakan berbagai layanan dan platform digital.

 

 Ia menjelaskan, pinjaman online perlu digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kemampuan finansial. Penggunaan yang tidak terkendali, terlebih jika pinjaman baru digunakan untuk menutup utang sebelumnya, justru dapat membuat beban keuangan semakin berat.

 

 Sementara, judi online dinilai memiliki risiko yang lebih luas karena dapat mendorong seseorang mengalami kerugian finansial dan ketergantungan. Apabila persoalan tersebut tidak segera dihentikan, dampaknya dapat merembet ke lingkungan keluarga hingga pekerjaan.

 

 “Yang harus dihindari adalah ketika masalah tersebut sudah mengganggu pelaksanaan tugas sebagai ASN,” tegasnya.

 

 BKPSDM Tangsel, lanjut Wahyudi, terus memberikan pembinaan kepada pegawai terkait disiplin dan kode etik ASN. Pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan menangani pelanggaran, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar pegawai mampu menjaga diri dari berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi pekerjaan.

 

 ASN juga diminta lebih bijak dalam beraktivitas di ruang digital. Kemudahan mengakses berbagai layanan harus dibarengi dengan kemampuan mengendalikan diri serta mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan yang diambil.

 

 “Kita terus melakukan pembinaan dan mengingatkan ASN agar bijak dalam menggunakan media dan layanan digital. Jangan sampai terjebak sesuatu yang akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga maupun pekerjaan,” katanya.

 

 Wahyudi juga mengimbau ASN yang menghadapi persoalan keuangan agar menyelesaikannya secara terukur dan tidak mengambil keputusan secara gegabah. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah pegawai masuk dalam lingkaran utang.

 

 Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini. Dengan begitu, persoalan pribadi tidak berkembang menjadi masalah yang berpengaruh terhadap kedisiplinan maupun kualitas pelayanan publik.

 

 “ASN harus bisa mengelola keuangan dengan baik. Jangan sampai karena masalah keuangan kemudian mencari jalan pintas melalui pinjaman yang tidak terkendali atau judi online,” pungkasnya.

 

 Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tangsel dapat terus menjaga profesionalitas dan integritas, baik saat menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran pribadi serta pembinaan internal dinilai menjadi kunci agar ASN tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit