Tekor Rp130 Miliar per Tahun, Tarif Masuk Ragunan Diusulkan Naik Jadi Rp10 Ribu
JAKARTA — Tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) berpotensi naik dari kisaran Rp3.000-Rp4.000 menjadi Rp10.000 per pengunjung. Rencana penyesuaian tarif ini disepakati dalam pembahasan antara Komisi C DPRD DKI Jakarta dan pengelola TMR.
Kenaikan tarif dinilai diperlukan untuk memperkuat kemampuan finansial pengelola sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan kepada pengunjung.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, mengatakan penyesuaian tarif menjadi penting mengingat harga tiket TMR telah bertahan selama sekitar 20 tahun. Di sisi lain, kebutuhan operasional dan standar pelayanan terus meningkat.
Senada, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai tambahan pendapatan dari tiket dapat dimanfaatkan untuk membenahi sarana dan prasarana, termasuk meningkatkan standar keamanan kandang satwa.
Hal itu dinilai penting menyusul insiden seorang anak terjatuh ke area kandang gajah pada Mei 2026.

Foto : Ist
Kenneth juga menyoroti keterbatasan tenaga medis di TMR. Saat ini, hanya terdapat delapan dokter hewan yang menangani lebih dari 2.200 ekor satwa.
Karena itu, peningkatan pendapatan diharapkan dapat dialokasikan untuk menambah tenaga medis, memperbaiki fasilitas, serta meningkatkan sanitasi dan keamanan kawasan.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, penyesuaian tarif juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan TMR terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), TMR ditargetkan mampu meningkatkan kemandirian finansialnya sehingga beban pembiayaan operasional dari pemerintah daerah dapat ditekan.
Kepala Taman Margasatwa Ragunan, drh. Endah Rumiyanti, menyambut baik rencana penyesuaian tarif tersebut. Menurutnya, kebutuhan anggaran operasional TMR saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan pendapatan mandiri yang berhasil dihimpun.
"Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen," kata Endah.
Meski demikian, Endah menegaskan bahwa kenaikan tarif tidak bertujuan mengomersialkan TMR. Penyesuaian harga tiket diarahkan untuk memperkuat fungsi pelayanan publik sekaligus mendukung penataan kawasan sesuai rencana induk atau masterplan.
Jika resmi diterapkan, tambahan pendapatan akan diprioritaskan untuk penataan zonasi kawasan, pemeliharaan kandang, peningkatan keamanan, sanitasi, serta pemenuhan fasilitas pendukung bagi pengunjung.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi TMR sebagai ruang terbuka hijau sekaligus pusat konservasi dan edukasi satwa di Jakarta.
"Goal utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif," pungkas Endah.
.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



