Mahasiswa Ajak Warga Pamulang Kelola Sampah Organik
PAMULANG-Sampah organik rumah tangga kerap dianggap sebagai limbah yang tidak lagi memiliki manfaat. Namun, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mencoba mengubah pandangan tersebut dengan mengajak warga mengolah sisa dapur menjadi kompos dan Pupuk Organik Cair (POC).
Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop pembuatan komposter sederhana yang digelar Sub-Kelompok Ekonomi Kreatif KKN Tematik Kelompok 21 UMJ bersama warga RT 02/RW 09, Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang.
Workshop tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga mengedepankan praktik langsung. Warga diajak mengenali jenis sampah rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan sebelum akhirnya diproses menjadi pupuk.
Ketua Sub-Kelompok KKN Tematik Kelompok 21 UMJ, Nayla Nur Ramadhani, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong warga agar melihat sampah organik sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai guna.
“Pengolahan sampah berbasis komunitas adalah titik awal lahirnya ekonomi kreatif. Dengan mengubah limbah dapur menjadi produk berguna, warga menciptakan efisiensi secara mandiri,” ujar Nayla.
Menurutnya, sampah organik yang berasal dari aktivitas memasak sehari-hari dapat menjadi bahan utama untuk menghasilkan pupuk. Pengolahan sederhana tersebut diharapkan dapat diterapkan warga tanpa membutuhkan peralatan yang rumit.
Nayla menilai, kebiasaan mengolah sampah dari sumbernya juga dapat membantu mengurangi jumlah limbah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan.
“Selain memberikan dampak lingkungan, pengolahan sampah menjadi kompos juga memiliki potensi memberikan efisiensi ekonomi bagi warga karena dapat mengurangi kebutuhan pembelian pupuk untuk tanaman,” jelasnya.
Dalam workshop tersebut, warga terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah sisa bahan dapur yang dapat digunakan sebagai bahan dalam proses pengomposan.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan komposter sederhana menggunakan drum bekas. Wadah tersebut dimodifikasi dengan sejumlah lubang untuk mendukung sirkulasi udara serta dilengkapi keran untuk menampung cairan yang dihasilkan selama proses pengomposan.
Mahasiswa KKN kemudian memperagakan cara memasukkan dan mencampurkan bahan-bahan organik ke dalam komposter. Bahan yang digunakan antara lain sampah hijau, sampah cokelat, serta larutan aktivator untuk membantu proses penguraian.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tahapan pengomposan agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik. Pengaturan komposisi bahan menjadi salah satu hal yang diperhatikan untuk menjaga kondisi komposter dan meminimalkan munculnya bau.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu




