TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Usai Membantai 3 ASN, Kelompok Bersenjata Papua Malah Video Call Keluarga Korban

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 12 September 2026 | 08:28 WIB
Tangkapan layar video viral diduga pelaku penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menggunakan ponsel korban Wili Mbuik untuk melakukan video call dengan keluarganya. Foto: Ist
Tangkapan layar video viral diduga pelaku penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menggunakan ponsel korban Wili Mbuik untuk melakukan video call dengan keluarganya. Foto: Ist

JAYAWIJAYA – Kekejaman kelompok bersenjata di Papua Pegunungan kembali terjadi. Usai menembak tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya hingga tewas, pelaku bahkan menggunakan ponsel salah satu korban untuk melakukan video call dengan keluarganya.


Peristiwa itu terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (9/9/2026). Tiga korban yakni Kepala Bidang Peternakan Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25).
Ketiganya merupakan bagian dari rombongan 11 pegawai yang sedang menjalankan tugas meninjau program cetak sawah dan mengantarkan bantuan bibit babi kepada masyarakat.


Dalam perjalanan kembali ke Wamena sekitar pukul 15.45 WIT, rombongan dihadang kelompok bersenjata. Para korban yang merupakan non-OAP kemudian dipisahkan dan ditembaki.
Aprida dan Alfonsius meninggal di lokasi. Sementara Willi sempat dilarikan ke RSUD Wamena, namun nyawanya tak tertolong.


Setelah penembakan, pelaku mengambil ponsel Willi dan menggunakannya untuk menghubungi keluarganya melalui video call.


Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani membenarkan kejadian tersebut. "Iya betul, pelaku video call dengan keluarga korban," kata Faizal, Jumat (11/9/2026).


Dalam rekaman yang beredar di media sosial, keluarga Willi terlihat berbicara dengan seorang pria yang diduga pelaku. Salah seorang keluarga bahkan mempertanyakan alasan Willi ditembak.
Aparat masih mendalami percakapan tersebut karena menggunakan bahasa Papua. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan menemukan tiga selongsong peluru serta jejak darah.


Kelompok pelaku diperkirakan berjumlah delapan orang dan diduga berasal dari wilayah Nduga. Aparat mengaku telah mengantongi ciri-ciri pelaku dan melakukan pengejaran.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam aksi tersebut dan menyebut ketiga ASN sebagai pahlawan pangan yang gugur saat menjalankan tugas membantu masyarakat Papua.


Kementerian HAM juga mengecam pembunuhan tersebut. Pemerintah memastikan hak-hak ketiga ASN yang gugur dalam menjalankan tugas akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit