SDN Puspiptek Bawa Pulang 8 Gelar Juara Di Lomba Tari Daerah Nusantara
SETU-Siswa SDN Puspiptek, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memborong delapan gelar juara pada ajang Lomba Tari Daerah Nusantara Tingkat Nasional yang digelar di Anjungan Provinsi Bengkulu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (12/9),
Prestasi tersebut diraih melalui dua kategori, yakni Tari Tunggal dan Tari Rampak (kelompok). Penampilan mereka tak hanya membawa pulang sejumlah piala, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus ikut melestarikan seni tari tradisional Nusantara.
Di kategori Tari Rampak, tiga kelompok tari yang dibawakan pelajar SDN Puspiptek seluruhnya berhasil meraih podium. Tari Lenggang Tani keluar sebagai juara pertama, disusul Tari Kinang Kilaras sebagai juara kedua dan Tari Banten Jawara di posisi ketiga.
Sementara, dari kategori Tari Tunggal, lima siswi juga berhasil menorehkan prestasi. Khaira dan Edelweis masing-masing meraih juara pertama. Kemudian Aisyah dan Arsyaqilla meraih juara kedua, sedangkan Alyssa N berhasil membawa pulang juara ketiga.
Dengan hasil tersebut, total delapan gelar juara berhasil dibawa pulang kontingen ekstrakurikuler tari SDN Puspiptek dari ajang tingkat nasional tersebut.
Kepala SDN Puspiptek, Ujang Sofyan mengaku, bersyukur atas capaian yang diraih para peserta didiknya. Ia mengapresiasi kerja keras para siswi selama mengikuti proses latihan hingga tampil dalam kompetisi.
“Alhamdulillah, anak-anak ekstrakurikuler tari mengikuti Lomba Tari Tradisional di Anjungan Bengkulu TMII dan berhasil membawa pulang banyak piala. Terima kasih atas dukungan seluruh pihak dan perjuangan anak-anak yang luar biasa,” ujar Ujang.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki ruang yang luas untuk berkembang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Prestasi tidak hanya dapat diraih melalui bidang akademik, tetapi juga melalui seni dan budaya.
Ujang berharap keberhasilan para siswi dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Terlebih, seni tari tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan oleh generasi muda.
Ajang Lomba Tari Daerah Nusantara Tingkat Nasional tersebut diselenggarakan Yayasan Putri Nawangsari Indonesia bekerja sama dengan Anjungan Daerah Bengkulu. Kegiatan ini mempertemukan pelajar dari berbagai daerah untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam seni tari daerah.(rmn)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






