TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Trump Tolak Tawaran Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Terangkat

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 28 September 2026 | 10:17 WIB
Selat Hormuz. Foto : Ist
Selat Hormuz. Foto : Ist

JAKARTA — Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan awal Asia, Senin (28/9/2026), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal Iran yang dikaitkan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.


Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November tercatat naik 1,3 persen menjadi 93,62 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, menguat 1,8 persen ke level 106,31 dolar AS per barel.


Kenaikan harga tersebut terjadi setelah Trump mengonfirmasi bahwa dirinya menolak proposal terbaru yang disampaikan Teheran untuk meredakan ketegangan dan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.


“Mereka mengajukan sebuah proposal, tetapi saya menolaknya,” ujar Trump kepada wartawan.


Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan sejumlah persyaratan. Proposal tersebut juga mencakup rencana dimulainya kembali perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat.


Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan tawaran tersebut pada Jumat. Menurutnya, Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam waktu tujuh hari apabila sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran dipenuhi.


“Jika kondisi tertentu terpenuhi, Selat Hormuz akan terbuka pada akhir tujuh hari, dan pembicaraan akan dimulai kembali,” kata Araghchi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menjelaskan, persyaratan tersebut antara lain penghentian tindakan yang disebut Iran sebagai agresi Amerika Serikat, pencabutan blokade laut dan perang ekonomi, serta pembebasan aset Iran.


Ketegangan di kawasan juga masih berlangsung. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan telah mencegat sejumlah proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi, yang mendapat dukungan Iran.


Selat Hormuz menjadi perhatian besar pasar energi karena merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Setiap gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memicu kekhawatiran mengenai pasokan energi global.


Sebelumnya, pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya konflik setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada November sempat memberikan tekanan terhadap harga minyak.


Namun, penolakan terhadap proposal terbaru Iran kembali meningkatkan ketidakpastian di pasar energi dan mendorong harga minyak bergerak naik.
Pertajam Judul Dampak Penolakan Trump
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit