TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hari Penerjemahan Internasional 2026 Soroti Keberagaman Bahasa dan Hak Berbahasa

Oleh: Hasna MG
Editor: AY
Rabu, 30 September 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG - Hari Penerjemahan Internasional diperingati setiap 30 September sebagai bentuk penghargaan terhadap penerjemah, juru bahasa, dan para profesional bahasa yang berperan menjembatani komunikasi lintas bahasa dan budaya.


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 30 September sebagai Hari Penerjemahan Internasional melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 71/288 pada 24 Mei 2017. Peringatan ini menegaskan pentingnya profesi bahasa dalam membangun komunikasi, pemahaman, serta kerja sama antarnegara.


Pemilihan 30 September berkaitan dengan Santo Jerome, tokoh yang dikenal sebagai pelindung para penerjemah. Jerome meninggal di dekat Bethlehem pada 30 September 420. Ia dikenal karena menerjemahkan sebagian besar Alkitab ke dalam bahasa Latin dari naskah Yunani, sekaligus mempelajari bahasa Ibrani.


Pada 2026, International Federation of Translators (FIT) mengusung tema "Linguistic Diversity and Language Rights" atau Keberagaman Bahasa dan Hak Berbahasa.


Tema tersebut menyoroti pentingnya penerjemahan, interpretasi, dan terminologi dalam menciptakan akses komunikasi yang lebih inklusif bagi masyarakat dengan latar bahasa yang beragam.


FIT juga menekankan kontribusi profesional bahasa dalam berbagai bidang, mulai dari hukum, kesehatan, pendidikan, diplomasi hingga kemanusiaan.


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), profesi penerjemahan turut mengalami perubahan. Teknologi memungkinkan proses penerjemahan berlangsung semakin cepat, namun pada saat yang sama muncul tantangan berupa kesenjangan teknologi antara bahasa yang memiliki sumber daya digital melimpah dan bahasa yang masih minim dukungan teknologi.


PBB menyebut bahasa memiliki keterkaitan erat dengan identitas, pendidikan, integrasi sosial, pembangunan, keberagaman budaya, serta dialog antarbudaya.


Karena itu, penerjemahan tidak sekadar memindahkan kata atau kalimat dari satu bahasa ke bahasa lain. Lebih dari itu, penerjemahan berperan memastikan pesan, informasi, dan pengetahuan dapat diakses serta dipahami oleh masyarakat dengan latar bahasa dan budaya yang berbeda.


Peringatan Hari Penerjemahan Internasional 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya profesi bahasa di tengah masyarakat global yang semakin terhubung.


Meski teknologi mampu mempercepat proses penerjemahan, ketepatan makna, konteks, nuansa bahasa, dan pemahaman budaya tetap menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi lintas bahasa yang efektif.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit