Candaan soal Mao Berujung Boikot, Mbappe Kehilangan Kontrak di China
CHINA – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, menghadapi gelombang boikot di China setelah komentarnya tentang meme bergambar Mao Zedong memicu kemarahan publik. Kontroversi tersebut berdampak pada kerja sama komersial hingga penayangan pertandingan yang melibatkan dirinya.
Persoalan bermula saat Mbappe diwawancarai mengenai meme internet favoritnya. Penyerang timnas Prancis itu menyebut meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada sosok Mao Zedong, tokoh revolusioner sekaligus pendiri Republik Rakyat China.
Mbappe mengaku kerap menjadikan gambar tersebut sebagai bahan candaan bersama teman-temannya. Namun, penyebutan Mao sebagai diktator China dalam konteks tersebut menuai kritik setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Reaksi keras segera bermunculan. Tiga perusahaan China, yakni produsen minuman Dongpeng, perusahaan susu Mengniu, dan produsen keju Milkground, dilaporkan menghentikan kerja sama dengan pemain berusia 27 tahun itu.
Platform media sosial RedNote juga mengumumkan penghapusan materi promosi terkait Mbappe serta pembatasan terhadap akunnya agar tidak menerima pengikut baru. Platform tersebut menjelaskan bahwa kerja sama kontennya dengan sang pemain sebenarnya telah berakhir pada 2024.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, turut menanggapi kontroversi tersebut. Ia menyatakan, tindakan atau perkataan yang melukai perasaan masyarakat China secara wajar akan mendapat penolakan dari publik.
Sensitivitas terhadap Mao tidak lepas dari posisinya dalam sejarah dan identitas nasional China. Mao memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat China pada 1949. Meski warisan politiknya juga dikaitkan dengan kebijakan kontroversial yang menimbulkan penderitaan dan kematian jutaan orang, sosoknya tetap menjadi isu sensitif di negara tersebut.
Di tengah tekanan publik, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris.
“Komentar saya kurang tepat, dan sekarang saya mengerti bahwa itu telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia,” ujarnya.
Mbappe menegaskan tidak pernah berniat menyinggung masyarakat China. Ia juga menyampaikan rasa hormat terhadap rakyat dan sejarah negara tersebut serta mengungkapkan penyesalannya atas pernyataan yang memicu kontroversi.
Dampaknya turut merambah dunia penyiaran. China Media Group, perusahaan media yang menaungi stasiun televisi pemerintah CCTV, dilaporkan menghentikan penayangan pertandingan La Liga dan program lain yang melibatkan Mbappe. Materi iklan yang menampilkan pemain tersebut juga dikabarkan ditarik.
La Liga menyayangkan kontroversi yang muncul akibat pernyataan tersebut. Pihak liga menegaskan bahwa komentar Mbappe disampaikan dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili kompetisi sepak bola Spanyol itu.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu




