Kompor Ditinggal Menyala, Kontrakan 4 Pintu di Kademangan Ludes Dilalap Api
SETU – Pagi yang seharusnya berjalan tenang berubah mencekam di Gang H. Sakem, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (5/11). Kobaran api tiba-tiba melahap bangunan kontrakan empat pintu. Dalam waktu singkat, sebagian besar bangunan hangus terbakar. Kompor yang diduga ditinggalkan pemiliknya dalam kondisi menyala menjadi penyebab awal kebakaran tersebut.
Sebanyak 90 persen bangunan dengan luas area sekitar 100 meter persegi terdampak amukan api. Kerugian materi akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp80 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 05.33 WIB. Tak ingin api semakin membesar dan merembet ke bangunan lain, petugas langsung bergerak menuju lokasi.
"Begitu menerima laporan, personel langsung kami kerahkan ke lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 05.45 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.45 WIB," ujar Omay.
Dalam penanganan tersebut, Damkarmat Tangsel menerjunkan empat unit mobil pemadam yang terdiri dari dua unit Jalak dan dua unit Elang dengan kekuatan 16 personel.
Namun, upaya menjinakkan kobaran api bukan tanpa hambatan. Akses jalan menuju lokasi yang berada di dalam gang sempit membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik kebakaran sekaligus mengoptimalkan peralatan pemadaman.
"Kendalanya akses menuju lokasi cukup sempit. Kondisi itu membuat pergerakan petugas dan peralatan tidak bisa leluasa. Meski begitu, personel tetap berupaya maksimal sampai api benar-benar berhasil dipadamkan," jelasnya.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu kompor yang ditinggalkan pemiliknya. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dalam aktivitas rumah tangga bisa berujung pada kerugian besar.

Foto : Ist
Omay pun mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, meskipun hanya untuk waktu singkat. Setelah selesai memasak, warga diminta memastikan api benar-benar sudah padam.
"Jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Pastikan kompor sudah dimatikan setelah digunakan. Instalasi gas juga harus diperiksa secara berkala untuk mengantisipasi kebocoran yang bisa memicu kebakaran," imbaunya.
Ia juga meminta masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Kewaspadaan dan kebiasaan sederhana dalam mencegah kebakaran dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi rumah serta keselamatan keluarga.
Jika terjadi keadaan darurat atau kebakaran, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 112 agar petugas bisa memberikan penanganan secepat mungkin.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 8 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu



