TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Transjakarta Ngebet Kerek Tarif Penumpang

Oleh: Farhan
Editor: admin
Jumat, 13 Desember 2024 | 11:36 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menimbang-nimbang usulan PT Transjakarta untuk menaikkan tarif layanan bus Transjakarta.

Tarif Transjakarta yang ber­laku saat ini Rp 3.500. Tarif ini sudah 19 tahun tidak mengalami kenaikan. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, untuk menaikkan tarif, Transjakarta harus mem­pertimbangkan banyak hal.

“Seperti angka penyesuaian tarif dan momennya. Kenaikan jangan memberatkan masyara­kat,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Teguh menegaskan, penye­suaian tarif harus diikuti peningkatan layanan. Transjakarta harus beroperasi dengan baik.

Wacana kenaikan tarif Transjakarta itu sudah mengemuka sejak April tahun ini. Saat itu, Kepala Dinas Perhubungan (Di­shub) Syafrin Liputo mengaku, pihaknya sudah mengkaji usulan kenaikan tarif layanan bus. Menurutnya, terdapat banyak masukan soal tarif Tranjakarta yang tak berubah sejak 2007.

“Memang sudah banyak usulan untuk kenaikan tarif. Tapi kembali lagi kami terus melaku­kan kajian dan tentu akan ada pe­nyesuaian,” ujar Syafrin Liputo.

Menurut Syafrin, kenaikan tarif layanan bus transjakarta harus didiskusikan dengan De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Sebab, penetapan besaran tarif layanan bus transjakarta dilakukan bersa­ma-sama dengan pihak legislatif.

Adapun wacana kenaikan tarif transjakarta ini bukan pertama kalinya. Kenaikan ini sudah per­nah dibahas pada 2023. Saat itu, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sudah mendesak untuk menaikkan tarif bus transjakarta. Saat itu, PT Transjakarta menye­butkan, tarif yang akan naik meru­pakan layanan pada jam sibuk.

Adanya usulan penyesuaian tarif Transjakarta dari Dewan Transportasi Kota Jakarta menjadi Rp 4.000 dan Rp 5.000 pada waktu sibuk (07.01-10.00 dan 16.01-21.00),” demikian yang tertulis dalam akun Twitter PT Transjakarta, dikutip Senin (10/4/2023).

Akhir April 2024 dalam cuitan yang sama, PT Transjakarta meminta saran dari warganet terkait usulan kenaikan tarif layanan tersebut. Kata Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), DKI Jakarta itu warganet bisa memberikan saran melalui situs hingga 13 April 2023.

Transjakarta bertanya apakah masyarakat setuju jika tarif bus Transjakarta, Bus Rapid Tran­sit (BRT) dan non-BRT serta transjabodetabek naik menjadi Rp 4.000 sepanjang hari atau Rp 5.000 sepanjang hari atau Rp 4.000 pukul 05.00 WIB-19.00 WIB atau Rp 5.000 pukul 19.00 WIB-22.00 WIB. Seperti diketahui, ide pembangunan proyek BRT ini sudah muncul sejak 2001.

Namun, realisasinya baru dapat dilakukan tiga tahun setelahnya. Saat diluncurkan, Transjakarta merupakan suatu sistem transportasi BRT pertama di Asia Tenggara dan Selatan. Transjakarta resmi menjadi transportasi publik di Ibu Kota sejak 1 Februari 2004.

Di awal kemunculannya pada Februari 2004, tarif TransJakarta dipatok Rp 2.000 saja. Adapun tarif layanan bus transjakarta sebesar Rp 3.500 sudah berlaku sejak 2007 dan belum ada perubahan sampai saat ini.

Perbaiki Layanan

DPRD meminta PT Transja­karta meningkatkan layanan dan kualitas bus. Sehingga, warga Jakarta dan kalangan komuter dari kota tetangga betah meng­gunakan transportasi umum.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto mengungkapkan, salah satu ben­tuk memperbaiki layanan adalah dengan memperluas jangkau­an Transjakarta. Yakni dengan penambahan rute-rute Bus Transjakarta sebagai upaya memudah­kan mobilitas pelanggan.

“Pelayanannya menjadi jauh lebih baik dan jalurnya juga lebih luas,” ujar Wahyu usai menghadiri acara peluncuran 200 unit Bus Listrik Transjakarta di Monas, Selasa (10/12/2024).

Ia mengapresiasi upaya Transjakarta turut mengatasi polusi dengan meluncurkan armada bus listrik.

Wahyu mengatakan, pelun­curan 200 unit armada Bus Lis­trik Transjakarta oleh Pemprov DKI Jakarta guna mendukung komitmen menghadirkan sistem transportasi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

“Supaya semua bisa meng­gunakan transportasi umum tidak menggunakan kendaraan pribadi dan ke depan ramah lingkungan,” harap Wahyu.

Ia mengatakan, PT Transja­karta harus menyediakan bus ramah disabilitas. Seperti mudah diakses pengguna kursi roda dengan dek rendah.

Selain untuk para penyandang disabilitas, Wahyu mendorong PT TransJakarta memberikan prioritas pelayanan dan fasilitas pelayanan bagi pengguna jasa lanjut usia (lansia), anak-anak dan wanita hamil.

Caranya dengan penyediaan kursi prioritas dilengkapi stiker pada kaca bus dan ruang khu­sus untuk kursi roda. Dengan demikian, terwujud kesetaraan akses transportasi bagi seluruh warga Jakarta.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit