Ciptakan Robot Gambut, Siswa SMAN 2 Tangsel Juarai Olimpiade Tingkat Nasional
Karyanya Dilirik KLHK

PAMULANG, Imran, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali berhasil mengukir prestasi yang bukan kaleng-kaleng.
Kali ini, Imran meraih juara dalam ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2025 dalam bidang penelitian teknologi robotika.
"Pelaksanaannya berupa seleksi berjenjang mulai dari Oktober 2024, seleksi proposal penelitian, sampai babak Final presentasi karya ilmiah pada 20-23 Februari 2025 lalu. ISPO memiliki 6 bidang penelitian, salah satunya teknologi robotika," ujar Imran, Rabu (26/2).
Ajang ini diikuti hingga 1.500 peserta dari ratusan sekolah se-Indonesia. Dalam ajang ini, Imran dituntut untuk menciptakan teknologi robot yak tak biasa.
Imran menciptakan Robot Gambut, sebuah sistem jaringan robot yang bisa mendeteksi dan melakukan pemadaman awal kebakaran bawah tanah lahan gambut.
"Inovasi saya kali ini jauh lebih serius dari yang sebelumnya. Kebakaran bawah tanah beda dengan kebakaran permukaan, karena menyebar di bawah tanah walaupun kebakaran permukaan sudah dipadamkan. Kebakaran bawah tanah bisa bertahan berbulan-bulan tanpa terdeteksi, dan bisa tiba-tiba muncul ke permukaan di wilayah yang jauh dari asal kebakaran," terangnya.
Robot ciptaan Imran ini, menjadi satu-satunya teknologi yang mampu mendeteksi dan melakukan pemadaman bawah tanah lahan gambut.
"Sebelumnya, tak ada satupun alat atau teknologi yang bisa mendeteksi kebakaran bawah tanah lahan gambut. Jadi Robot Gambut inovasi saya ini adalah yang pertama," imbuhnya.
Dalam menciptakan karyanya ini, Imran mengaku sempat mendapatkan berbagai tantangan. Robot yang dibuatnya ini lebih serius, dibandingkan dengan robot-robot yang sudah mengantarkannya meraih prestasi di ajang-ajang robotika sebelumnya.
"Tantangannya pertama karena inovasi ini yang pertama, saya sulit mendapat literatur atau rujukan karya sejenis. Sampai saat ini kita sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada kebakaran bawah tanah. Apa saja faktornya yang mempengaruhi, bagaimana penyebarannya, apakah ada polanya, dan lain-lain," jelasnya.
Tantangan lainnya, Imran harus mencoba robot yang diciptakannya itu di lahan gambut sungguhan. Masalahnya, lahan gambut hanya tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Tidak ada di tanah Jawa.
"Alhamdulillah dengan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saya disponsori dan ditemani oleh ahli untuk berangkat ke Pontianak dan wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat," tutur Imran.
Selanjutnya, Imran diharuskan untuk membuat sistem yang bisa memberi prediksi pola penyebaran kebakaran bawah tanah.
"Saya menggunakan Gemini AI untuk kecerdasan buatan yang harus dilatih dulu agar bisa memberi prediksi sebaran kebakaran untuk membantu petugas Manggala Agni di lapangan dalam melakukan pemadaman lanjutan. Terakhir, saya merasa tertantang untuk mendemonstrasikan bagaimana Robot Gambut bekerja pada saat presentasi," paparnya.
Namun dengan kerja keras dan hasil buah pikirnya, Imran bisa menghadapi semua tantangan itu.
"Banyak orang yang tidak pernah mendengar soal kebakaran bawah tanah. Mereka bahkan bilang 'tidak mungkin api menyebar di bawah tanah'. Jadi saya membawa dua karung tanah gambut dari Kalimantan untuk saya isi ke showcase transparan, berisi Robot Gambut dan tanah gambut yg bisa dibakar dan menunjukkan bagaimana Robot Gambut mendeteksi dan memadamkannya," terangnya.
Atas hasil kerja kerasnya itu, Imran terpilih menjadi juara dalam ajang ISPO yang diikuti oleh ribuan siswa se-Indonesia.
Gelar juara ini pun juga mengantarkan Imran untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Internasional bertajuk International Greenwich Olympiad (IGO) di London, bulan Juni 2025 mendatang.
Tak sampai di situ, hasil karya Imran ini ternyata juga dilirik oleh KLHK.
"Saya juga sudah mempresentasikan Robot Gambut ini di Kementerian Kehutanan, dan mereka merekomendasikan agar saya memproduksi 40-60 unit dan dibawa ke Riau untuk uji berikutnya, yaitu Experimental Farm Test di lahan gambut 2 hektar," pungkasnya.
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 13 jam yang lalu
TangselCity | 8 jam yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 16 jam yang lalu