TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Tak Hanya Jago Mengaji, Santri-santri di Tangsel Berhasil Buktikan Bakatnya Dalam Ajang Pospekot

Reporter & Editor : Redaksi
Jumat, 28 Februari 2025 | 07:15 WIB
SANTRI. Penutupan kegiatan Pospekot 2025 di Puspemkot Tangsel, Kamis (25/2)
SANTRI. Penutupan kegiatan Pospekot 2025 di Puspemkot Tangsel, Kamis (25/2)

CIPUTAT - Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Kota (Pospekot) Tangerang Selatan (Tangsel) 2025 telah resmi ditutup, Kamis (27/2).

Dalam ajang yang bergulir selama hampir sepekan ini, para santri berhasil menunjukkan berbagai macam bakatnya.

 

Ternyata bukan hanya jago mengaji, para santri-santri di wilayah termuda se-Provinsi Banten ini juga memiliki potensi unggul lainnya dalam bidang olahraga dan kesenian.

 

Hadir dalam penutupan kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan ajang perlombaan ini. Terutama bagi para santri-santri hebat yang menjadi peserta dalam ajang ini.

 

"Saya mengapresiasi dengan rasa bangga kepada seluruh pihak, baik peserta maupun panitia yang telah bahu-membahu bekerja keras untuk mensukseskan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospekot) 2025 di Kota Tangerang Selatan," ungkap Bambang.


Bambang menganggap, Pospekot bukan hanya sekadar menjadi ajang perlombaan semata. Namun lebih dari itu, ajang ini merupakan simbol sinergi antara olahraga, seni, dan nilai-nilai Keislaman yang telah tertanam dalam sebuah pondok pesantren.


“Insya Allah, Pospekot ini akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Pak Kemenag, ini bisa Bapak ceritakan ke kantor Kementerian Agama di kota lain karena, berdasarkan fakta yang ada, hingga saat ini, Kota Tangerang Selatan adalah satu-satunya yang rutin menyelenggarakan Pospekot,” ucap Bambang.


Bambang menyatakan, bakat-bakat yang diperlihatkan oleh para peserta, menjadi bukti bahwa santri tak kalah dengan siswa sekolah-sekolah pada umumnya.


“Akan ada ikatan kekompakan yang kita harapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah umum lainnya, yang saat ini juga tengah kita fokuskan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang muncul. Hal-hal yang mengkhawatirkan, seperti kenakalan remaja dan sebagainya, mudah-mudahan akan hilang di Kota Tangerang Selatan dengan salah satu kekuatan utamanya, yaitu kekompakan antar pesantren,” jelas Bambang.


Lebih lanjut, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tangsel, Rizqiyah menambahkan, ajang Pospekot ini diikuti hingga 1.211 santri dan santriwati dari 41 pesantren berbeda.


Kompetisi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Pada tahun ketiganya ini, berbagai cabang diperlombakan.


Mulai dari atletik, futsal, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, dan pencak silat. Sementara itu, dalam bidang seni, mencakup senam santri, hadroh, kriya, kaligrafi, stand-up comedy, pidato tiga bahasa, dan cipta puisi.


“Pemenang juara umum tahun ini adalah Pondok Pesantren Madinatun Najah, dengan hadiah sebesar Rp7 juta, sementara juara kedua diraih oleh Ummul Quro,” paparnya.


Sementara itu, untuk juara umum sekaligus juara 1 diraih oleh Pondok Pesantren Madinatunnajah, juara 2 diraih oleh Pondok Pesantren Ummul Quro, dan juara 3 diraih oleh Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory.


“Kalau kita lihat, pertandingannya tahun ini sangat keren. Misalnya, pertandingan voli itu seperti pertandingan nasional, luar biasa,” imbuhnya.


Rizqiyah berharap Pospekot di tahun-tahun mendatang akan semakin berkembang dengan inovasi baru dan semakin banyak pesantren yang berpartisipasi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit