TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Warga Dari Tiga RW Di Serua Atasi Sampah Organik Dengan Komposter

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 05 Januari 2026 | 07:10 WIB
INOVASI. Warga Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, menunjukkan langkah nyata dengan menyulap tong penampung air menjadi komposter untuk mengolah sampah organik secara mandiri.
INOVASI. Warga Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, menunjukkan langkah nyata dengan menyulap tong penampung air menjadi komposter untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

CIPUTAT-Warga Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat menunjukkan langkah nyata dengan menyulap tong penampung air menjadi komposter untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Inisiatif ini menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis warga di tengah keterbatasan penanganan sampah perkotaan.

 

Pengelolaan sampah ini difokuskan untuk menampung sampah organik dari tiga RW yang mencakup 26 RT. Menariknya, proses pembuatan komposter dilakukan secara gotong royong oleh warga, mayoritas laki-laki berusia di atas 50 tahun. 

 

Dengan menggunakan peralatan sederhana, warga bergotongroyong memotong dan merakit tong air menjadi komposter yang berfungsi mengurai sisa makanan, daun, dan limbah organik lainnya. Nantinya, hasil penguraian tersebut akan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan pupuk cair yang kaya nutrisi untuk tanaman.

 

Selain membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, keberadaan komposter ini diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang dikirim ke TPA Cipeucang. Sementara, untuk pengelolaan sampah nonorganik, warga juga berencana membentuk bank sampah sebagai bagian dari sistem pengelolaan terpadu.

 

Seluruh kegiatan ini dilakukan secara mandiri dengan biaya swadaya masyarakat. Salah satu penggagas kegiatan, Hohan Barazing (60), mengatakan, pengelolaan sampah ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya membantu pemerintah.

 

 “Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di tiga RW. Ini juga sebagai upaya membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah,” ujar Hohan saat ditemui di lokasi.

 

Menurutnya, pengelolaan sampah secara mandiri akan membentuk budaya sadar kebersihan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pemerintah.

 

“Ini konsepnya dari warga untuk warga. Harus bisa mandiri. Ke depan akan kami sosialisasikan dan buat aturan bersama RT dan RW,” jelasnya.

 

Hohan menyebutkan, tahap awal warga akan membuat sekitar 40 unit komposter untuk memenuhi kebutuhan tiga RW. Biaya pembuatan satu komposter diperkirakan mencapai Rp 450 ribu.

 

“Kami berharap pemerintah juga bisa hadir dan memfasilitasi, karena ini untuk kepentingan bersama. Harus ada simbiosis mutualisme,” katanya.

 

Ia menambahkan, konsep pengelolaan sampah ini juga bertujuan menyadarkan masyarakat bahwa sampah dan limbah memiliki nilai ekonomis serta manfaat bagi lingkungan.

 

 “Sampah organik ini bisa diolah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos. Selain lingkungan jadi sehat, ada nilai manfaatnya juga,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit