TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Indonesia Punya Kompleks Haji di Makkah, Terletak di Kawasan Thakher

Reporter & Editor : AY
Kamis, 08 Januari 2026 | 12:18 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Rencana pembangunan Kompleks Haji Indonesia di Makkah terus dimatangkan. Kompleks ini akan berlokasi di Kawasan Thakher, sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram, dan dirancang sebagai proyek strategis jangka panjang untuk mendukung pelayanan jemaah haji dan umrah Indonesia.

 

Dalam rangkaian retret kabinet bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Hambalang, Selasa (6/1/2026), Danantara Indonesia melaporkan perkembangan pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah. Laporan tersebut disampaikan sebagai bagian dari agenda strategis nasional di bidang pelayanan haji.

 

Dalam keterangan tertulis kepada Redaksi, Rabu (7/1/2026), Danantara Indonesia menjelaskan bahwa pengembangan kompleks haji dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel.

 

Jalur pertama adalah penguatan fondasi proyek melalui pengembangan Kawasan Thakher. Jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), guna memperoleh peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.

 

Sebagai fondasi awal, Kawasan Thakher saat ini mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi, serta sekitar 4,4 hektare lahan pengembangan yang berada di koridor strategis Makkah, berjarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.

 

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Sjahrir, mengatakan pengembangan Kompleks Haji dilakukan secara bertahap dan terukur.

 

“Kami membangun Kompleks Haji melalui pendekatan bertahap. Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya sudah eksisting dan siap dikembangkan. Pada saat yang sama, kami juga terus mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujarnya.

 

Saat ini, Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta sekitar 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

 

Secara bertahap, kawasan ini ditargetkan berkembang hingga memiliki sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

 

Pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya difokuskan pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

 

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan sekadar hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jemaah Indonesia yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Pandu, perwakilan Danantara Indonesia.

 

Sejalan dengan penguatan Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga terus mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan proyek-proyek strategis di kota suci tersebut.

 

Dalam kerangka ini, pengembangan Kompleks Haji Indonesia diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC.

 

RCMC sendiri menawarkan sejumlah plot kawasan dengan berbagai karakteristik lokasi, peruntukan, serta jarak terhadap Masjidil Haram. Prosesnya meliputi tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai rencana induk kota.

 

“RCMC merupakan bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang pengembangan Kompleks Haji, dengan pendekatan yang selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” jelas Pandu.

 

Danantara Indonesia menegaskan bahwa penguatan Kawasan Thakher akan menjadi fondasi awal pengembangan Kompleks Haji, sekaligus membuka peluang pengembangan lanjutan di kawasan strategis lainnya di Makkah melalui mekanisme RCMC.

 

Untuk Kawasan Thakher, investasi disiapkan secara bertahap, mencakup penguatan aset eksisting serta belanja modal (CAPEX) untuk pengembangan kawasan. Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan perizinan.

 

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang. Kompleks Haji ini kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” pungkas Pandu

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit