Amirul Hajj Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Puncak Armuzna
JEDDAH – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia meminta para jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras stamina sebelum wukuf.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan itu, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, terutama saat memasuki fase Armuzna yang merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji.
“Kami mengimbau jemaah menjaga kesehatan dan tidak terlalu memaksakan diri, termasuk mengurangi aktivitas yang bisa menguras tenaga menjelang Armuzna,” kata Gus Irfan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Selasa (19/5/2026).
Ia juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menunda kegiatan city tour hingga seluruh rangkaian puncak ibadah haji selesai. Menurutnya, fokus utama jemaah saat ini adalah menjaga kebugaran dan mempersiapkan diri menghadapi wukuf di Arafah.
Imbauan tersebut disampaikan Gus Irfan saat menyapa jemaah asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter KJT 37 di Plaza B2 Bandara King Abdulaziz. Kehadiran Menteri Haji dan Umrah RI disambut antusias para jemaah yang tak menyangka dapat bertemu langsung di Tanah Suci.
Sejumlah jemaah memanfaatkan kesempatan itu untuk berfoto dan berbincang dengan Gus Irfan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Selain menyapa jemaah, Gus Irfan turut meninjau layanan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas yang disiapkan Daerah Kerja Bandara. Ia memastikan pelayanan bagi jemaah rentan berjalan optimal sejak kedatangan di Arab Saudi.
Usai peninjauan, Gus Irfan mengikuti rapat kesiapan puncak haji bersama jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan Armuzna, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga pola pergerakan jemaah.
Menurutnya, hingga saat ini sekitar 93 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Pemerintah berharap seluruh jemaah yang masih dalam proses keberangkatan dapat segera menyusul dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, kami mendapat laporan sekitar 93 persen jemaah sudah hadir di Tanah Suci. Mudah-mudahan sisanya segera menyusul,” ujarnya.
Gus Irfan menegaskan pemerintah terus mematangkan persiapan operasional Armuzna melalui rapat evaluasi yang digelar setiap malam guna mengantisipasi berbagai kendala teknis di lapangan.
“Setiap malam kami menggelar rapat membahas kemungkinan kendala di lapangan. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan jemaah, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Armuzna akan menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.
“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” ujarnya.
Pada hari yang sama, rombongan Amirul Hajj gelombang kedua juga tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. Rombongan dipimpin langsung Gus Irfan bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i, serta penasihat presiden Muhadjir Effendy.
Setibanya di Jeddah, rombongan Amirul Hajj langsung melakukan koordinasi intensif terkait kesiapan puncak haji. Mereka dijadwalkan menuju Makkah untuk memantau kesiapan tenda, katering, layanan kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya menjelang pergerakan jemaah ke Arafah.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilai bekerja keras melayani jemaah sejak kedatangan hingga menjelang fase Armuzna.
“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif,” katanya.
Ia berharap semangat para petugas tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. Menurutnya, tantangan terbesar penyelenggaraan haji akan terjadi saat fase Armuzna berlangsung.
Selain itu, Gus Irfan mengungkapkan kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah wafat pada musim haji tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Alhamdulillah, laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik,” ujarnya.
Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur.
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 20 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


