TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

UEA Kepincut IKN, Siap Investasi Rp4 Triliun

Reporter & Editor : AY
Senin, 26 Januari 2026 | 09:42 WIB
Kawasan IKN. Foto : Ist
Kawasan IKN. Foto : Ist

LIKN – Minat investor asing terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menguat. Kali ini, perusahaan konstruksi dan pengembangan properti asal Uni Emirat Arab (UEA), Ayedh Dejem Group, menyatakan komitmennya untuk berinvestasi senilai Rp4 triliun di kawasan ibu kota baru Indonesia tersebut.

 

Kesepakatan kerja sama dan investasi ditandatangani langsung oleh Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, bersama Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, di Dubai pada Jumat (23/1/2026).

 

Dalam proyek ini, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kawasan terpadu (mixed-use) yang mencakup pusat perbelanjaan, perkantoran, area komersial, serta fasilitas ibadah.

Syeikh Ayedh Dejem menegaskan, keputusan berinvestasi didorong oleh keyakinannya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk prospek ekonomi di Nusantara.

 

“Insya Allah ekonomi di IKN akan tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek-proyek besar untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

 

Garap Lahan Strategis di Jantung Pemerintahan

 

Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Lokasi proyek berada tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika, menjadikannya berada di jantung aktivitas pemerintahan dan ruang publik IKN.

 

Menurut Syeikh Ayedh Dejem, Indonesia memiliki potensi pasar properti yang sangat besar.

 

“Melihat populasi dan ukuran Indonesia, serta posisi Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan signifikan di bidang pengembangan real estate di Nusantara,” tambahnya.

 

Tahapan Proyek Dimulai 2027

Deputi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil proses panjang yang telah dimulai sejak penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada Mei 2025.

 

Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp4 triliun, diawali dengan tahap perencanaan detail, pengurusan perizinan, hingga proses pelelangan kontraktor. Seluruh tahapan pra-konstruksi ditargetkan rampung paling lambat 1,5 tahun sejak penandatanganan.

 

Konstruksi fisik direncanakan mulai pertengahan 2027 dan akan berlangsung bertahap selama lima tahun.

 

Total Investor IKN Tembus Rp66 Triliun

IKN memang semakin dilirik investor. Sebelumnya, lima investor dalam negeri juga menandatangani tujuh perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian lahan aset dalam penguasaan (ADP) Otorita IKN pada 9 Januari 2026.

 

Kelima investor tersebut adalah:

PT Bahagia Bangunnusa

PT Rangga Ekapratama

PT Fajar Maju Berkarya Gilang

PT Batara Maduma Prospernusa

PT Haidir Griya Karya

Dengan tambahan tersebut, jumlah investor swasta yang telah bekerja sama dalam pembangunan IKN kini mencapai 50 perusahaan, dengan total nilai investasi sekitar Rp66 triliun. Investasi tersebar di lima klaster utama: komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.

 

Salah satu proyek hunian yang telah diumumkan adalah pembangunan apartemen bagi staf kedutaan oleh PT Pakubuwono Mandiri Investama, yang dijadwalkan mulai dibangun Juli 2026 dan ditargetkan rampung Juli 2028.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit