TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

DMI Tangsel Serahkan 10 Mushaf Al-Qur’an Ke Masjid Maghfiroh Pondok Jagung

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 05 Februari 2026 | 07:10 WIB
GERAKAN MENGAJI. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Gerakan Maghrib Mengaji.
GERAKAN MENGAJI. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Gerakan Maghrib Mengaji.

SERPONG-Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Gerakan Maghrib Mengaji. Memasuki putaran ke-19, kegiatan berlangsung di Masjid Al-Maghfiroh, Jalan Raya Serpong KM 8, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara pada Selasa (3/2).

 

 Gerakan Maghrib Mengaji merupakan program bergilir yang dilaksanakan di masjid dan musala se-Kota Tangsel. Program ini bertujuan untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai religius masyarakat.

 

 Ketua DMI Kota Tangsel, Ustadz H Heli Slamet menjelaskan, bahwa kehadiran DMI Kota Tangsel dalam kegiatan tersebut memiliki dua agenda utama.

 

 Pertama, untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi antara pengurus DMI dengan jamaah serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Maghfiroh. Kedua, mendorong agar seluruh masjid di Kota Tangerang Selatan secara konsisten melaksanakan Gerakan Maghrib Mengaji.

 

Dalam kesempatan itu, Heli Slamet juga mengungkapkan hasil survei Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten yang menunjukkan masih rendahnya tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an di masyarakat.

 

“Berdasarkan survei LPTQ Banten, terdapat sekitar 12,36 persen masyarakat yang masih buta huruf Al-Qur’an. Sementara 87 persen sudah bisa membaca namun belum lancar, dan hanya sekitar 23 persen yang benar-benar lancar membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

 

 Meski survei tersebut dilakukan pada 2017, menurutnya kondisi di lapangan hingga kini masih menunjukkan fakta serupa. Karena itu, DMI Kota Tangsel merasa terpanggil untuk terus membenahi kondisi tersebut, sejalan dengan motto Kota Tangerang Selatan, Cerdas, Modern, dan Religius. 

 

 “Gerakan Maghrib Mengaji ini kami harapkan dapat menjadikan Kota Tangerang Selatan terbebas dari buta huruf baca tulis Al-Qur’an, sesuai dengan mottonya,” tegasnya.

 Sementara, Ketua DKM Al-Maghfiroh, H Entus Saefudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran pengurus DMI Kota Tangsel di masjidnya.

 

“Kami memohon maaf apabila dalam penyambutan dan jamuan terdapat kekurangan. Kami juga mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momentum Gerakan Maghrib Mengaji ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

 

 Dalam kegiatan tersebut, DMI Kota Tangsel juga menyerahkan wakaf 10 mushaf Al-Qur’an kepada DKM Al-Maghfiroh. Penyerahan dilakukan oleh Koordinator Gerakan Maghrib Mengaji DMI Kota Tangsel, Ali Akbar, kepada Ketua DKM Al-Maghfiroh.

 

 Ali Akbar menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan putaran ke-19 tersebut. Menurutnya, Gerakan Maghrib Mengaji bukan hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempererat silaturahmi antara pengurus DMI tingkat kota, kecamatan, ranting, serta jamaah masjid di seluruh Tangsel. 

 

Sebelum sesi mengaji dimulai, Ustadz H. Haryanto Abbas, SQ, memberikan tausiyah singkat serta pembekalan teknis kepada jamaah. Ia menekankan pentingnya memahami tanda baca panjang dan pendek, pengenalan huruf hijaiyah beserta rangkaiannya, serta delapan tanda baca dalam Al-Qur’an.

 

Pada kesempatan itu, jamaah bersama-sama mempraktikkan membaca Surat Al-Baqarah ayat 177. Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Isya berjamaah, sesi foto bersama, serta ramah tamah dalam suasana penuh kekeluargaan dengan hidangan ringan yang disediakan oleh pengurus DKM Al-Maghfiroh.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit