Sampah Menumpuk di Bali Ganggu Pariwisata, DPR Minta Penanganan Cepat
BALI – Masalah tumpukan sampah di Bali kembali jadi sorotan karena dinilai mengganggu pariwisata, lingkungan, dan citra nasional. Anggota Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay menegaskan, persoalan ini sudah lama terjadi dan kini membutuhkan langkah cepat serta koordinasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang belum sistematis menunjukkan lemahnya koordinasi lintas sektor. Ia mendorong percepatan program pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang masuk strategi nasional dan direncanakan hadir di 34 kota. Sebagai destinasi wisata utama, Bali dinilai layak mendapat prioritas.
Saleh juga menekankan pentingnya penguatan program pendukung seperti bank sampah, TPS3R, dan pengolahan berbasis komunitas agar partisipasi masyarakat meningkat. Komisi VII DPR, katanya, akan mengawal pelaksanaan program persampahan dan siap mendorong regulasi tambahan bila diperlukan.
Senada, anggota Komisi VII DPR Samuel JD Wattimena menyebut kebersihan destinasi wisata tak bisa ditangani sektoral. Ia meminta pemantauan rutin, bukan hanya reaksi saat masalah viral, karena kebersihan berpengaruh langsung pada minat kunjungan wisatawan.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) akan mulai dibangun Maret 2026 dan ditargetkan beroperasi pada 2027. Proyek ini diharapkan mempercepat penanganan sampah, terutama di Badung dan Denpasar, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar persoalan sampah segera dituntaskan.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


