Anak-anak Di Komplek PAP Saruni Digembleng Literasi BTQ
Berantas Buta Huruf Al-Qur’an
PANDEGLANG - Dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur'an, anak-anak di lingkungan Komplek Puri Anugrah Pratama (PAP) RT/RW 08/09, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, digembleng atau diajari literasi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di Pengajian Ar Rahman.
Bahkan, pada momen jelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, anak-anak yang digembeng tersebut telah menunjukan bakat dan hasil mendapatkan pendidikan literasi BTQ melalui kegiatan Ikhtifalan Pengajian Anak-anak Ar Rahman, di lingkungan PAP Saruni, Minggu (8/2).
Kegiatan dengan tema “Hayu Ngaji Supaya Hirup Boga Pangarti (Mari Mengaji Supaya Hidup Punya Ilmu)” itu telah diikuti 85 orang anak-anak.
Pengasuh pengajian anak-anak Ar Rahman, Ustaz Abi Maman Sulaeman mengatakan, pengajian anak-anak Ar Rahman berdiri pada tahun 2018 lalu, dan hingga saat ini masih berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah saya beritikad ingin mengajarkan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) sejak dini, agar tidak ada anak-anak yang buta huruf Al-Qur'an. Sejak berdiri komplek ini (tahun 2016,red) belum ada yang mengajari anak-anak BTQ, saya buka pengajian anak-anak sejak tahun 2018 lalu hingga saat ini berjalan baik,” kata Ustaz Abi Maman.
Dari mulai muridnya hanya beberapa orang saja, kini tak sedikit para orang tua di lingkungan PAP telah menitipkan anak-anaknya untuk diajari BTQ. Bahkan katanya, dari jumlah total 85 murid, ada juga yang dari luar komplek PAP.
“Awal mengajari tahun 2018 itu hanya beberapa orang saja, kalau sekarang alhamdulillah ada sebanyak 85 murid terdiri dari laki-laki 42 dan perempuan 43 yang mengaji di sini,” jelasnya.
Abi Maman menyatakan, terima kasih kepada seluruh warga yang selalu mensupport dan mendukung kelancaran pengajian anak-anak yang dipimpinnya tersebut.
“Alhamdulillah warga semuanya kompak memberi support dan mendukung kegiatan pengajian ini. Bahkan kegiatan Ikhtifalan Pengajian Anak-anak Ar Rahman tidak terlepas dari dukungan warga, saya atas nama pengasuh pengajian anak-anak mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah mensukseskan acara ini,” pungkasnya.
Ustaz Abi Maman menegaskan, memohon rida kepada seluruh wali murid yang menitipkan anak-anaknya untuk digembleng supaya tidak buta huruf Al-Qur'an. “Mohon ridanya jika anak-anak selama dididik oleh saya dengan umi (Popon Apipah) mendapatkan omelan atau teguran,” katanya.
Dipastikannya, dia bersama istrinya hanya mendidik dasar saja hingga anak-anak tidak buta huruf Al-Qur'an. “InsyaAllah, saya dan umi mendidik hingga tidak ada yang buta huruf Al-quran. Di sini mendidik dasar saja, silahkan jika ingin meneruskan ke pondok pesantren,” tandasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu








