Jelang Tahun Baru Imlek, Umat Tionghoa Lebak Percantik Vihara
LEBAK - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, umat Tionghoa di Kabupaten Lebak, mulai melaksanakan sejumlah persiapan, mulai dari mempercantik Vihara hingga melakukan ritual cuci rupang.
Ritual itu sendiri merupakan bentuk pembersihan dan penyucian patung dewa-dewi sebelum memasuki tahun baru Imlek. Pantauan Senin (9/2) pagi terlihat sejumlah umat tampak mengikuti prosesi cuci rupang dengan khidmat. Satu per satu patung serta lukisan dewa-dewi dimandikan menggunakan air hangat yang telah dicampur bunga dan minyak khusus. Setelah itu, patung-patung tersebut dipakaikan kain atau jubah baru.
Ritual cuci rupang merupakan tradisi tahunan yang rutin dilakukan umat Tionghoa menjelang Imlek. Selain memandikan patung dewa-dewi, umat Tionghoa juga bersama-sama membersihkan altar dan seluruh area Vihara agar dalam kondisi bersih dan rapi saat menyambut Tahun Baru Imlek.
Pengurus Vihara Ananda Avokitesvara Rangkasbitung, Randi Wandi (52), mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi bersih-bersih dan mensucikan para dewa-dewi.
“Kami melakukan pembersihan dan memandikan Kim Sim para dewa serta mengganti jubahnya. Semua umat Buddha di sekitar Rangkasbitung secara sukarela ikut membantu tradisi cuci rupang ini,” kata Randi kepada wartawan, saat ditemui disela-sela pembersihan rupang.
Ia menjelaskan, sejumlah altar dan patung yang dibersihkan di antaranya altar Makuan Im, Kong Cok Tek Seng Sim Kong, Cok Langkung Kutip Pakung, Buddha, hingga Samkoun Taiti.
Menurutnya, ritual ini bertujuan untuk menyambut Tahun Baru Imlek dengan suasana yang bersih dan penuh kesiapan. “Maknanya menyambut tahun baru. Seperti kita juga membersihkan diri, para dewa-dewi pun disucikan dan diganti jubahnya,” tambahnya.
Selain ritual cuci rupang, rangkaian kegiatan jelang Imlek juga meliputi penggantian lampion dan lilin vihara. Pada tanggal 10 penanggalan Tionghoa, umat akan melaksanakan sembahyang kepada leluhur atau ritual Ceng Beng.
Puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sendiri jatuh pada 17 Februari 2026 dan direncanakan akan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dan naga.
Randi berharap perayaan Imlek 2026 yang menandai shio Kuda dengan elemen api dapat membawa energi positif. “Shio ini melambangkan semangat tinggi, keberanian, kemandirian, serta kerja keras, yang diharapkan membawa kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” tandasnya menjelaskan.
TangselCity | 19 jam yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu









