Netralisir Zat Kimia Berbahaya, Pilar Naik Perahu Susuri Sungai Jaletreng Tebar Karbon Aktif
SERPONG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai melakukan penanganan langsung terhadap pencemaran Sungai Jaletreng yang terdampak kebakaran gudang peptisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, beberapa waktu lalu.
Lengkap dengan rompi pelampung, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan turun langsung ke sungai menggunakan perahu untuk menebar karbon aktif sebagai langkah awal menetralisir sisa zat kimia berbahaya di aliran air, Kamis (12/2).
Langkah tersebut dilakukan menyusul temuan ikan mati dan indikasi pencemaran air akibat residu kebakaran peptisida yang terjadi beberapa hari lalu. Pemkot Tangsel menilai penanganan cepat perlu dilakukan guna mencegah dampak pencemaran meluas, terutama saat hujan turun dan membawa sisa bahan kimia ke aliran sungai.
Sebelum melakukan penanganan di Sungai Jaletreng, Pilar bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, DPRD Kota Tangsel, serta dinas terkait lebih dulu meninjau lokasi kebakaran gudang kimia di kawasan Taman Tekno.
Dari hasil peninjauan tersebut, disimpulkan bahwa sisa residu kebakaran harus segera diangkut dan diolah di fasilitas pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
“Residu ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kalau hujan turun, sisa-sisa bahan kimia bisa masuk ke sungai dan memperparah pencemaran,” ujar Pilar usai menyusuri sungai yang dimulai dari Taman Jaletreng River Park hingga ke aliran sungai di Jalan Cendekia, Serpong.
Ia menyebutkan, Pemkot Tangsel telah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan, untuk mempercepat proses pembersihan dan pengangkutan residu kebakaran. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah partikel kimia hasil pembakaran terhirup masyarakat atau mencemari lingkungan sekitar kawasan industri.
Setelah peninjauan lokasi kebakaran, Pemkot Tangsel langsung melakukan penanganan di Sungai Jaletreng. Penanganan dilakukan dengan menebar karbon aktif di sepanjang aliran sungai yang diduga terdampak pencemaran. Selain karbon aktif, petugas juga menggunakan cairan penetral N Level 1 untuk menekan bau kimia yang sempat tercium di sekitar aliran sungai.
“Tadi itu berapa ton ya (karbon aktif), berapa karung tadi untuk menyebarkan karbon aktif dan juga dibantu oleh cairan N Level 1. N Level 1 ini yang disarankan juga untuk menahan baunya ya, bau kimia tersebut,” jelas Pilar.
Pilar menegaskan, langkah tersebut bukan penanganan terakhir. Pemkot Tangsel saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan metode lanjutan yang lebih optimal dalam proses pemulihan kualitas air Sungai Jaletreng.
“Penanganan ini akan kami lakukan secara bertahap. Bukan hanya hari ini, tapi akan terus kami pantau dari hari ke hari sampai kondisi sungai benar-benar membaik,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan terkini dalam penyusurannya itu, Pilar menyebut tidak ditemukan lagi timbulan zat kimia yang menyebabkan kematian ikan di Sungai Jaletreng.
Ke depan, setelah proses normalisasi air selesai, Pemkot Tangsel berencana melakukan penebaran kembali bibit ikan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem sungai.
“Ada masukan juga dari DPRD agar dilakukan penebaran ikan kembali supaya Sungai Jaletreng bisa kembali asri dan ekologinya pulih,” pungkas Pilar.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 14 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 16 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu









