Tak Ada Lagi Daerah Terisolir, 13 Ribu Warga Masih Bertahan di Tenda Pengungsian
SUMATERA - Memasuki Ramadan 2026, pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera menunjukkan progres signifikan. Pemerintah memastikan tidak ada lagi daerah terdampak yang terisolir karena seluruh akses telah terbuka. Jumlah pengungsi pun menyusut drastis, kini tersisa sekitar 12.944 orang yang masih tinggal di tenda.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan, dari total pengungsi, sebanyak 12.144 orang berada di Aceh dan 850 orang di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sementara Sumatera Barat sudah nol pengungsi.
Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) terus dikebut. Dari total 16.688 unit huntara yang diusulkan, 8.290 unit telah rampung. Sedangkan dari 16.329 unit huntap, sebanyak 1.254 unit tengah dibangun. Warga yang belum menempati hunian mendapat dana tunggu hunian Rp1,8 juta untuk tiga bulan.
Di sektor keagamaan dan pendidikan, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan 98 persen dari 1.593 rumah ibadah terdampak sudah kembali digunakan. Sebanyak 84 persen madrasah dan 75 persen pondok pesantren juga telah kembali beroperasi.
Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan perbaikan 3.000 fasilitas kesehatan rampung akhir Maret 2026 dengan kebutuhan anggaran Rp529 miliar.
DPR dan pemerintah menargetkan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat tuntas sebelum Idul Fitri 2026, dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu




