TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pilot Pengangkut BBM Satu Harga untuk Wilayah 3T Dimakamkan di Bogor

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:17 WIB
Jenasah Pilot Capt Hendrick Lodewyck Adam. Foto : Ist
Jenasah Pilot Capt Hendrick Lodewyck Adam. Foto : Ist

BOGOR – Suasana duka menyelimuti keluarga besar PT Pelita Air Service. Pilot pesawat charter pengangkut BBM Satu Harga, Capt Hendrick Lodewyck Adam, dimakamkan di TPU Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (20/2/2026) malam.

 

Almarhum wafat setelah pesawat jenis Air Tractor AT-802 yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di Pa’ Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026).

 

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran manajemen serta rekan kerja. Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. Pihak keluarga memilih untuk tidak menyampaikan pernyataan kepada media.

 

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tersebut. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan sesuai prosedur.

 

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sejak menerima laporan kejadian, koordinasi langsung dilakukan bersama Kapolda Kalimantan Utara dan Kapolres Nunukan guna memastikan penanganan berlangsung aman dan tertib,” ujarnya.

 

Pesawat yang dioperasikan PT Pelita Air Service tersebut merupakan bagian dari layanan distribusi BBM Satu Harga yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini menjadi bagian dari penugasan pemerintah kepada Pertamina untuk menjaga pemerataan pasokan energi di daerah terpencil.

 

Dalam misi terakhirnya, Capt Hendrick diketahui telah mengantarkan BBM ke Long Bawan dan dijadwalkan kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan, sebelum kecelakaan terjadi.

 

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kolega, tetapi juga bagi upaya distribusi energi yang selama ini ia jalankan dengan penuh dedikasi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit