TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Menag: Masjid Negara IKN Jadi Mercusuar Toleransi

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:01 WIB
Jamaah memadati Masjid IKN untuk melaksanakan Salat Taraweh. Foto : Ist
Jamaah memadati Masjid IKN untuk melaksanakan Salat Taraweh. Foto : Ist

IKN - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (20/2/2026). Momentum ini menandai mulai difungsikannya masjid kebanggaan Ibu Kota baru tersebut.

 

Shalat Jumat di Masjid IKN dimulai pukul 12.28 WITA. Shalat Jumat diimami Martomo Malaing, Imam Masjid Istiqlal Jakarta yang mendapat penugasan khusus ke IKN. Ruang utama masjid terisi penuh. Dua lantai mezanin dipadati jemaah, termasuk jemaah perempuan di mezanin lantai satu.

 

Dalam khutbahnya, Nasaruddin menegaskan peran strategis masjid di pusat pemerintahan baru. Dia menyebut Masjid Negara harus menjadi simbol toleransi dan kemuliaan.

 

“Masjid ini harus menjadi tempat memberdayakan umat. Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, rumah besar untuk kemanusiaan,” ujarnya.

 

Nasaruddin menegaskan, masjid tidak boleh hanya dimakmurkan oleh umat. Namun harus mampu memakmurkan dan memberdayakan lingkungan sekitarnya.

 

Usai Shalat Jumat, Nazaruddin melanjutkan agenda penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian, meninjau sejumlah proyek. Dia melihat progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Rumah Sakit Hermina, Rumah Susun ASN 1, serta Kantor Bersama.

 

Peninjauan tersebut mencerminkan pembangunan lintas sektor. Fasilitas pemerintahan dan layanan publik terus dipacu seiring pemindahan pusat pemerintahan.

 

Kunjungan kerja Menag berlangsung pada 20–21 Februari 2026. Selain menjadi khatib Jumat, dia dijadwalkan mengisi tausiyah Salat Tarawih.

 

Otorita IKN menyatakan, Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat harmoni sosial. Nusantara diproyeksikan tumbuh sebagai pusat pemerintahan modern yang berlandaskan nilai kebersamaan dan persatuan.

 

Secara struktur, Masjid Negara Ibu Kota Nusantara telah dinyatakan siap difungsikan. Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara Bimo Adi Nursanthyasto mengatakan, tahap pekerjaan kini berfokus pada penyelesaian akhir interior agar ribuan jemaah merasa nyaman. Mereka terdiri atas ASN, pekerja konstruksi, dan warga sekitar.

 

Otorita Ibu Kota Nusantara juga menyiapkan rangkaian kegiatan selama Ramadan. Di antaranya bazar kuliner untuk kebutuhan berbuka, safari Ramadan di kawasan ibu kota baru, serta pengajian rutin guna menguatkan literasi keagamaan di tengah proses pembangunan.

 

Prinsip inklusivitas tetap dikedepankan. Saat Masjid Negara mulai difungsikan, pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius juga memasuki tahap akhir interior. Gereja tersebut diproyeksikan menjadi basilika pertama di kawasan itu. Pemerintah menyatakan fasilitas ibadah bagi umat Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu akan dikembangkan pada tahap selanjutnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit