Wabup Amir Tak Membantah Masih Banyak PR Infrastruktur
LEBAK - Satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Lebak, Hasbi Jayabaya-Amir Hamzah, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan selama 5 tahun kedepan.
Wabup Amir, tak membantah kondisi Kabupaten Lebak masih banyak PR yang mesti diselesaikan, terutama di bidang infrastruktur jalan desa yang kondisinya masih dalam keadaan rusak.
Pasangan Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, di Jakarta, tepat memasuki bulan Ramadhan.
Pemilik suara sah sebanyak 330.126 suara ini, mengklaim beberapa prestasi yang dikerjakan selama satu tahun bersama Bupati Hasbi. Mulai dari kemiskinan menurun dari 8,4 persen pada tahun 2024 menjadi 8,03 persen pada tahun 2025.
Begitu juga ungkap Wabup Amir, indeks gini ratio dari 0,257 pada tahun 2024 menjadi 0,235 di tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 68,33 pada tahun 2024 menjadi 69,24 di tahun 2025.
Untuk indeks infrastruktur wilayah dari 66,63 pada tahun 2024 menjadi 66,91 di tahun 2025. Indeks kualitas lingkungan hidup dari 60,27 pada tahun 2024, menjadi 72,54 di tahun 2025. Dan indeks ketahanan pangan dari 72,76 pada tahun 2024, menjadi 75, 16 di tahun 2025.
Meskipun begitu, orang nomor dua di Lebak itu mengakui bahwa masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh keduanya selama lima tahun ke depan. Diantaranya, masih banyak infrastruktur jalan desa yang masih dalam kondisi rusak. Namun, Pemkab Lebak mengalami keterbatasan anggaran yang dimiliki.
“PR saat ini banyaknya, jalan-jalan desa yang rusak dan perlu segera penanganan. Tapi keterbatasan anggaran, membuat kami harus fokus dan pintar membagi prioritas,” kata Wabup Amir dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Sabtu (21/2).
Amir mengatakan, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak telah menganggarkan Rp 25 miliar untuk pembangunan jalan desa.
“Walaupun APBD Lebak minim tahun 2026, kita anggarkan Rp 25 miliar untuk pembangunan jalan desa,” klaimnya.
Amir melanjutkan, fasilitas kesehatan di puskesmas juga masih banyak yang belum memadai, sehingga hal tersebut perlu ditingkatkan.
“Perlu kita tingkatkan, supaya masyarakat tidak langsung ke RSUD ketika ingin berobat, tapi bisa dilayani dengan baik di puskesmas,” harapannya.
Wabup Amir juga berharap target ke depan, angka kemiskinan ekstrim di Lebak dapat menurun, jalan desa bisa ditangani dan kesehatan masyarakat bisa lebih mudah. Selanjutnya, fasilitas pendidikan semakin berkualitas dan kehidupan ekonomi masyarakat bisa berjalan.
Katanya lagi, bahwa untuk membangun Lebak dibutuhkan semangat kolaborasi yang dibangun, antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Pusat. Terlebih, Kabupaten Lebak memiliki luas wilayah paling besar di Banten.
“Jelas, perlu semangat kolaborasi untuk membangun saat ini. Karena kewenangan kabupaten terbatas, APBD terbatas. Tanpa kolaborasi dengan Provinsi dan Pusat, susah melakukan percepatan pembangunan daerah,” tandasnya.
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 17 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




