TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Ekonomi Kreatif Sumbang 20 Persen PAD, Pemkot Tangsel Perkuat Creative Hub 8 Lantai

Reporter: Redaksi
Editor: Ari Supriadi selected
Senin, 23 Februari 2026 | 12:55 WIB
Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi

TANGERANG SELATAN - Sektor ekonomi kreatif kian menegaskan posisinya sebagai tulang punggung pertumbuhan daerah. 

 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun tancap gas memperkuat ekosistem industri kreatif melalui optimalisasi Creative Hub dan penguatan infrastruktur digital.

 

Langkah strategis ini dilakukan untuk menjawab tantangan industri global sekaligus memaksimalkan potensi 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari aplikasi, game developer, kriya, desain, hingga kuliner.

 

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

 

Salah satu wujud konkretnya adalah kehadiran gedung Creative Hub setinggi delapan lantai yang menjadi pusat aktivitas dan kolaborasi para pelaku ekonomi kreatif di Tangsel.

 

“Gedung ini menjadi wadah pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang luas. Ini bagian dari komitmen kami memposisikan Tangsel sebagai pusat inovasi nasional,” ujar Asep, Senin (23/2/2026).

 

Peran sektor ekonomi kreatif di Tangsel tidak main-main. Berdasarkan data Pemkot, kontribusinya mencapai sekitar 20 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Secara nominal, sektor ini menyumbang kurang lebih Rp300 miliar dari total PAD Tangsel yang berada di kisaran Rp1,5 triliun. Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas dan produktivitas pelaku industri kreatif di kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang tersebut.

 

Tak hanya dari sisi fiskal, pertumbuhan jumlah pelaku usaha juga menunjukkan tren positif. Tahun ini, tercatat sekitar 104.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bergerak di sektor ekonomi kreatif. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 90.000 UMKM.

 

Dengan keterbatasan sumber daya alam, Tangsel mengarahkan pembangunan pada penguatan modal intelektual dan inovasi. Diskominfo berperan memastikan infrastruktur digital yang mumpuni agar pelaku usaha memiliki akses luas ke pasar nasional maupun global.

 

Menurut Asep, transformasi digital tidak sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi harus berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi produk kreatif warga. Salah satunya melalui fasilitasi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku UMKM.

 

Selain itu, integrasi layanan berbasis Smart City juga terus dikembangkan guna memangkas hambatan birokrasi. Dengan sistem yang lebih efisien, pelaku usaha dapat lebih fokus pada inovasi produk dan ekspansi pasar.

 

Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan melalui model kolaborasi Pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk memperkuat pusat-pusat kreatif.

 

Keberadaan BSD Digital Hub di kawasan Serpong turut memperkuat ekosistem digital dan startup, khususnya di subsektor aplikasi dan game developer yang kini mulai menyerap ribuan tenaga kerja muda terampil setiap tahun.

 

Sebagai bentuk dukungan konkret, Diskominfo Tangsel juga menghadirkan fasilitas Free WiFi di ruang publik serta mengembangkan aplikasi Tangsel Belajar guna memperluas akses literasi digital.

 

“Kami menyediakan panggung digitalnya. Infrastruktur IT harus fungsional dan benar-benar membantu pelaku UMKM kreatif melakukan digital branding secara mandiri,” jelas Asep.

 

Meski kuliner dan fesyen masih menjadi penyumbang terbesar, subsektor teknologi kreatif di wilayah Serpong dan Ciputat kini menunjukkan pertumbuhan pesat.

Pemkot Tangsel pun berharap generasi muda tak lagi sekadar menjadi pencari kerja, melainkan pencipta lapangan kerja.

 

“Kami ingin anak muda di Tangsel tidak lagi bertanya ‘di mana saya harus melamar kerja?’, tetapi ‘apa yang bisa saya ciptakan hari ini?’. Itulah esensi kota kreatif,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit