Menu & Kemasan MBG Ramadan Dievaluasi, Kacang Diganti Telur
JAKARTA – Pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 2026. Penyesuaian dilakukan pada komposisi menu dan kemasan distribusi agar tetap memenuhi standar gizi serta sesuai pagu anggaran.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan kacang diganti telur sebagai sumber protein tanpa mengurangi nilai gizi. Telur dinilai lebih ekonomis, mudah diterima masyarakat, dan memiliki kualitas protein yang baik.
Selama Ramadan, menu MBG tidak lagi berupa makanan siap santap, melainkan paket bahan pangan yang lebih tahan lama untuk dikonsumsi saat berbuka. BGN juga meminta mitra tidak lagi menggunakan kantong plastik sederhana, melainkan kemasan yang lebih higienis dan representatif, serta mendorong penggunaan vacuum sealer agar kualitas makanan terjaga.
Pagu harga bahan baku ditetapkan Rp8.000 per porsi untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, dan Rp10.000 per porsi untuk kelompok lainnya. Besaran ini dapat menyesuaikan indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost sehingga perlu dijelaskan secara transparan kepada publik.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, membantah isu korupsi dalam program MBG. Menurutnya, penyesuaian kualitas menu dipengaruhi kenaikan harga bahan pangan menjelang Idulfitri, termasuk telur, umbi-umbian, kacang-kacangan, gula merah, dan tepung.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau pasokan telur di Malang untuk memastikan ketersediaan bagi program MBG. Ia menegaskan, program ini tak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menciptakan pasar stabil bagi peternak ayam petelur.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 22 jam yang lalu
Olahraga | 16 jam yang lalu
Lifestyle | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




