WFH 1 Hari per Pekan, Sekolah Tetap Tatap Muka
MmJAKARTA – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari setiap pekan. Kebijakan ini telah disepakati dalam rapat lintas kementerian dan kini menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut mayoritas kementerian telah menyetujui skema tersebut dengan hari pelaksanaan yang sama.
Menurut Tito, penerapan WFH tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan. Pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa sistem kerja fleksibel tetap bisa berjalan efektif.
Meski begitu, layanan publik esensial seperti transportasi, rumah sakit, dan layanan darurat tetap wajib beroperasi normal.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pembelajaran dan mencegah learning loss.
Senada, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan sekolah tidak menerapkan WFH dan tetap berjalan seperti biasa. Pemerintah juga akan segera menerbitkan surat edaran terkait kebijakan ini.
Selain itu, pemerintah terus mendorong efisiensi birokrasi melalui digitalisasi layanan, pengurangan perjalanan dinas, serta optimalisasi rapat daring.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu











